Catatan Akhir Tahun BNPP: Diplomasi Perjuangkan Batas Wilayah Negara

Foto untuk : Catatan Akhir Tahun BNPP: Diplomasi Perjuangkan Batas Wilayah Negara

BNPP - Penyelesaian persoalan batas wilayah dengan negara tetangga terus menerus dilakukan oleh pemerintah IndonesiaPada tanggal 10 Oktober 2018, pemerintah Indonesia dan Malaysia menyatakan selesai dua segmen Outstanding Boundary Problems (OBP) di sektor timur, yaitu segmen Sungai Simantipal dan Segmen C500-C600. Pemerintah kedua negara akan melanjutkan dengan langkah-langkah teknis penegasan batas atau demarkasi pada dua segmen tersebut. 

 

Masih tersisa tiga segmen OBP Indonesia dengan Malaysia yang dalam proses penyelesaian di sektor timur, yaitu Segmen Sungai Sinapad, Segmen B2700-B3100, dan Segmen Pulau Sebatik. Ada 7 OBP antara Indonesia dan Malaysia yang terbagi  di sektor timur dan barat. Untuk OBP sektor barat ada di D400, Gunung Raya, Gunung Jagoi dan Batu Aum. Indonesia-Malaysia sepakat untuk membahas penyelesaian sektor timur terlebih dahulu. 

Sementara, untuk penyelesaian beberapa segmen lain pada prosesnya menuai perkembangan yang signifikan, seperti percepatan penyelesaian dua Unresolved Segments batas wilayah negara RI-RDTL secara komprehensif, pemasangan 160 pilar RI– RDTL,  pemasangan 35 pilar RI–PNG serta pembangunan dan Renovasi Pos Pamtas.

 

Begitupun untuk batas wilayah laut, dimana sejumlah batas maritim seperti batas laut teritorial, ZEE dan landas kontinen, masih dalam upaya penyelesaian dengan negara tetangga. Kemudian pembangunan Posal dan Dermaga Sei Pancang yang sudah rampung pada tahun 2017. Sementara untuk batas negara wilayah udara, BNPP tengah memproses Penetapan Air Defense Identification Zone (ADIZ) dalam rangka menjaga perbatasan udara NKRI dan penyelesaian Flight Information Region (FIR) sektor ABC di Wilayah Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau.

 

Pemerintah juga memberikan perhatiannya pada pelintas batas negara dengan membangun 7 (tujuh) Pos Lintas Batas Negara. Pada tahun 2017, pemerintah melalui BNPP kemudian menetapkan rencana pengembangan tahap kedua di 7 PLBN ini. Pengembangan berupa pembangunan infrastruktur pendukung pelayanan lintas batas negara dan infrastruktur pendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

 

Dengan adanya bangunan PLBN yang modern dan megah, kini aktifitas pelintas batas makin nyaman dan terlayani dengan baik. Bahkan PLBN kini menjadi salah satu destinasi wisata baru, karena lokasinya yang indah dan menarik. Disamping itu, PLBN akan dijadikan sentra ekonomi baru yang akan mendorong kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan. Untuk itu, selain di 7 lokasi tadi, tahun ini pemerintah tengah menyiapkan masterplan pembangunan 11 PLBN di sejumlah lokasi wilayah perbatasan.

 

 

(Humas BNPP)

LPSE
SIMTAS