Catatan Akhir Tahun BNPP: Kebijakan Pengelolaan Perbatasan Negara

Foto untuk : Catatan Akhir Tahun BNPP: Kebijakan Pengelolaan Perbatasan Negara

BNPP – Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan  (BNPP), Tjahjo Kumolo, yang juga Menteri Dalam Negeri (Mendagrimenyatakan pembangunan yang dilakukan pemerintahanPresiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla semakin nyata dirasakanoleh masyarakat. Pembangunan yang masif dilakukan selamaempat tahun ini telah memiliki capaian luar biasa.

 

Pemerintahan Bapak Jokowi dan Jusuf Kalla melaluiNawacitanya membangun daerah dari perbatasan,” kata Tjahjo,beberapa waktu yang lalu.

 

Tjahjo  menyebutkancapaian pembangunan di perbatasan dariberbagai sektorSaat ini telah di bangun sebanyak tujuh PLBN yang tersebar di wilayah Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua. Tujuh PLBN yang telah dibangun siapdigunakan dan menjadi wajah baru bagi Negara KesatuanRepublik IndonenesiaSecara bertahap PLBN akandikembangkan di berbagai wilayah di Indonesia.

 

Hingga pertengahan 2018, tercatat sudah 178 kecamatan yang dibangun di area perbatasan. Pembangunan kawasan tersebutsesuai instruksi Presiden Jokowi untuk membangun kawasanterpadu di wilayah perbatasan. “Sudah 178 Kecamatan yang kitabangunJumlah ini akan terus bertambahsebagai wujudpelayanan kepada masyarakat dan instruksi Presiden Jokowi untuk membangun kawasan terpadu di wilayah perbatasan,” ujarTjahjo.

 

Tjahjo menambahkanpemerintah telah membangun kantorkecamatankantor desapuskesmaspos perbatasan dan pospolisiSelain itu jalur transportasi juga sudah terhubung.

 

Untuk mewujudkan pengelolaan perbatasan yang terarahterukur dan berkesinambungan,  pemerintah telah mengeluarkanregulasiyaitu Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentangRencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015 – 2016 dan Peraturan BNPP Nomor 1 Tahun 2015 tentangRencana Induk Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2015-20019,” tambah Tjahjo.

 

Tjahjo juga menegaskan dalam rapat kabinet pertama BapakPresiden Jokowi dan Jusuf Kallamengintruksikan kepadaMenteri terkait untuk mempercepat program infrastrukturekonomi dan sosial yang terukur dan terarah. Salah satu wujudnyata dalam pelaksanaan program tersebut adalah pemanfaatandana desa di perbatasan.

 

Pemanfaatan dana desa di wilayah perbatasan saat ini sudahmulai dikelola dengan baikMasyarakat sudah mulai diberikanruang untuk ikut merasakan dampaknyaSaya sudahmengintruksikan agar 30% dikembalikan ke masyarakat danjangan diberikan kepada swasta semuakarena masyarakat juga ingin merasakan manfaat dana desa,” tutup Tjahjo.

 

(Humas BNPP) 

LPSE
SIMTAS