Gubernur NTT Gandeng BNPP Jajaki Kerjasama dengan Timor Leste

Foto untuk : Gubernur NTT Gandeng BNPP Jajaki Kerjasama dengan Timor Leste

KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat berinisiatif menjajaki peluang kerjasama dengan Republik Demokratik Timor Leste (RTDL) dengan mengikutsertakan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) selaku lembaga yang mengoordinir pengelolaan kawasan perbatasan Republik Indonesia (RI). Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja (kunker) ke Distrik/Otoritas Khusus Oecussi RDTL, (10/12).

"Kunjungan kerja dimaksudkan untuk menjajaki peluang kerjasama RI-RTDL, khususnya Provinsi NTT dan Distrik/Otoritas Khusus Oecussi, diberbagai bidang, terutama bidang ekonomi dan  sosial budaya," urai Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara (Deputi I) BNPP Robert Simbolon, yang turut hadir mewakili Menteri Dalam Negeri dalam kunjungan tersebut.

Turut serta dalam kunjungan kerja ke negara tetangga itu, Walikota Kupang dan para Bupati atau pejabat yang mewakili dari seluruh kabupaten se-daratan Timor, yaitu Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Belu, dan Kabupaten Malaka, Kepala Organisasi Perangkat Daerah Provinsi NTT, dan pejabat Kementerian/Lembaga terkait.

Robert menjelaskan, rombongan Gubernur NTT memasuki Distrik Oecussi melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN Wini),  di Kabupaten TTU. Kunker diawali dengan pertemuan tokoh-tokoh adat dari masyarakat di kawasan perbatasan dua negara "Dilanjutkan dengan rangkaian peninjauan proyek-proyek infrastruktur strategis RDTL di Distrik Oecussi, yaitu Proyek Pembangkit Listrik, Proyek RS Jantung berstandar internasional, Proyek Jembatan Oecussi dengan panjang 420 meter, dan Proyek Bandara Internasional Oecussi," papar Robert yang juga mantan Penjabat Gubernur NTT ini.

Rangkaian kegiatan Kunker diakhiri dengan pertemuan bilateral antara Gubernur NTT dan Presiden Distrik/Otoritas Khusus Oecussi, Mari Al-Katiri, dgn kesepakatan pokok utk membentuk Tim Kerja Teknis Bersama (Joint Technical Working Team) untuk merumuskan bentuk-bentuk kerjasama kedua negara di kawasan tersebut. "Kerjasama diharapkan telah dapat dimulai pada tanggal 20 Mei 2019, bersamaan degan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RDTL," tuturnya.

(Humas BNPP)

LPSE
SIMTAS