Kemendagri Dan BNPP Teken Nota Kesepahaman Pemanfaatan TI Di Perbatasan

Foto untuk : Kemendagri Dan BNPP Teken Nota Kesepahaman Pemanfaatan TI Di Perbatasan

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman dengan PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Salah satu kerjasama dalam nota kesepahaman ini untuk menunjang layanan perbankan berbasis teknologi informasi (TI) di Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

Menteri Dalam Negeri selaku Kepala BNPP, Tjahjo Kumolo menilai kerjasama ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas layanan publik, merencanakan pembangunan, dan percepatan perencanaan anggaran yang terintegrasi, serta mencegah terjadinya kebocoran anggaran negara.

Nota Kesepahaman ini juga akan berimplikasi positif pada kemudahan dalam berbagai ruang lingkup strategis. Seperti, dukungan layanan perbankan pemerintah daerah serta pemanfaatan satelit BRI dalam rangka pemantauaan dan pengawasan aktivitas di lintas batas negara pada tujuh PLBN dan 11 PLBN yang dibangun pada tahun 2019.

"Kami ingin secepatnya membangun hubungan tata kelola pemerintahan pusat dan daerah yang tidak birokratis, tetapi lebih efektif lebih efisien untuk mempercepat reformasi birokrasi. Mudah-mudahan nota kesepahaman ini bermantaat bagi bangsa dan negara di kemudian hari," ujar Tjahjo saat sambutan penandatanganan nota kesepakatan di gedung BRI, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Selain menunjang layanan perbankan berbasis TI di PLBN. Kerjasama ini juga bermanfaat bagi Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri dalam penyelesaian batas wilayah, pemanfaatan satelit BRI dalam rangka konferensi video untuk 514 Kabupaten/Kota hingga penerapan aplikasi e-office dan pengembangan TI di Kemendagri.

Untuk itulah Tjahjo mengapresiasi terwujudnya kerjasama antara Kemendagri dan BNPP dengan BRI, terlebih pembahasan nota kesepahaman tidak memakan waktu lama.

"Kami mengucapkan terima kasih, dalam waktu yang sesingkat-singkatnya telah berhasil melakukan MoU (nota kesepahaman) dengan BRI," ujar Tjahjo.

Dikesempatan yang sama Direktur Utama BRI Suprajarto menyatakan kerjasama dalam menunjang layanan perbankan berbasis TI di PLBN merupakan hal baru. 

Dalam menunjang hal tersebut, BRI mendedikasikan jaringan satelit untuk memperkuat aktivitas di lintas batas negara. Satelit BRI sendiri memiliki 45 transponder, empat diantaranya digunakan oleh pemerintah.

"Kami akan dedikasikan satu transponder untuk Kemendagri agar dapat dimaksimalkan dan dimanfaatkan untuk seluruh titik-titik di pelosok tanah air terutama di perbatasan," tutup Suprajarto.

(Humas BNPP)

LPSE
SIMTAS