Responsive image
Minggu, 2020-10-18 , 12:01:34 WIB

Petani Milenial di Perbatasan RI-RDTL Yang Menginspirasi


MALAKA - Menjadi salah satu mata pencaharian yang banyak ditekuni sebagian masyarakat di Indonesia, kini dunia pertanian mulai dilirik oleh milenial perbatasan negara. Adalah Anusiatus Rio, milenial dari Desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi ketua kelompok untuk mendirikan Frontera Garden. 

Frontera Garden sendiri adalah kebun seluas kurang lebih 7.000 m2 yang digunakan oleh Anusiatus dan kelompoknya menanam berbagai macam tanaman. Adapun tanaman yang sudah ditanam di Frontera Garden adalah tomat, cabai, melon dan pare. 

Rencananya hasil panen dari Frontera garden akan dipasarkan ke daerah Flores, Kupang, dan negara tetangga Republik Demokratik Timor Leste.

Anusiatus dan keluarganya menjalankan Frontera Garden dengan menginvestasikan uang sebesar 40 Juta Rupiah. Minim pengetahuan tentang dunia pertanian, Anusiatus dibimbing oleh perusahaan Panah Merah untuk menyukseskan gebrakan petani milenial di perbatasan negara.

Anusiatus mengaku keluarganya adalah masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, rata-rata keluarganya tidak bisa melanjutkan pekerjaan yang sebelumnya. Akhirnya ia dan keluarganya bertekad untuk menjadi petani.

Ia mendobrak kebiasaan petani perbatasan yang biasanya lahannya hanya ditanami jagung, kacang dan ubi. Di Frontera Garden, Anusiatus bersama dengan keluarganya menanam tomat, cabai, melon dan pare. Ia berharap semangatnya dalam bertani dapat menginspirasi milenial di perbatasan lainnya.

"Iya rata-rata orang sini yang muda, yang mau bertani kan gengsi, kita harus merubah pola pikiran seperti itu, walaupun muda walaupun sarjana jangan malu bertani. Karena bertani juga salah satu pekerjaan yang menjanjikan," kata Anusiatus.

Anusiatus berpesan untuk milenial di perbatasan negara agar kedepannya tidak memandang rendah pekerjaan petani. 

"Untuk teman-teman di perbatasan ini kita jauhkan gengsi, jauhkan segala macam pikiran-pikiran negatif, mari kita bahu membahu semangat untuk bekerja. Pekerjaan apa saja di pertanian juga saya lihat cukup menjajikan, jadi kedepan saya pikir dengan adanya contoh-contoh seperti ini ya dapat memotivasi anak-anak muda untuk tidak malu bertani," pungkasnya.

Pelaksana tugas (Plt.) Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Suhajar Diantoro, berkesempatan mengunjungi Frontera Garden bersama dengan anggota Institute Border Studies-Milenial Think Tank serta pegiat sosial media di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan BNPP pada Rabu (15/10/2020).

Rombongan melihat lebih dekat cara menanam tomat, cabai, melon dan pare di Frontera Garden. Suhajar mengaku bersyukur milenial di perbatasan negara dapat berkreasi dalam dunia pertanian.

"Hari ini mereka sudah berinvestasi sebesar 40 Juta Rupiah dan alhamdulillah mendapat juga bimbingan dari perusahaan Panah Merah, bibit mereka berikan, nanti insya Allah mereka akan membantu pemasaran. Ini adalah kreativitas generasi milenial di perbatasan Republik Indonesia dengan Republik Demokratik Timor Leste, semoga berkah dan ini nanti bisa mendatangkan penghasilan yang banyak," kata Suhajar.

(Humas BNPP)

VIDEO BNPP
LOKASI KANTOR BNPP

BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN
REPUBLIK INDONESIA


(National Border Management Authority Republic of Indonesia)
Jl. Kebon Sirih No. 31


Jakarta Pusat - Indonesia
Telp: (021) 3142142

Fax: (021) 31924491

Website: www.bnpp.go.id

Email : info@bnpp.go.id

LAPOR
LPSE
ARORA