Responsive image
Kamis, 2019-11-28 , 16:34:23 WIB

DPD RI Bangga Dengan Pembangunan Perbatasan Indonesia


JAKARTA- Daerah perbatasan Indonesia telah menjadi beranda depan negara yang membanggakan di masa jabatan periode pertama Presiden Joko Widodo.


Pelaksana tugas (Plt.) Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Suhajar Diantoro, menyampaikan Pemerintah sangat serius membangun perbatasan. 


Salah satu upaya Pemerintah mengubah wajah perbatasan Indonesia yang tadinya terkesan terbelakang menjadi beranda depan negara adalah dengan membangun infrastruktur perbatasan.


Pembangunan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) yang merupakan anggota BNPP. Dari luas 2000 km lebih daerah perbatasan di Indonesia, KemenPUPR sudah membangun jalan sepanjang 1.700 Km lebih. Baik yang sudah dibangun, sedang dibangun maupun yang sedang dibuka. Suhajar menambahkan bahwa kini tinggal tersisa 300 Km perbatasan di yang perlu ditangani oleh Pemerintah.


"Tinggal 300 Km. Semoga tahun 2020 seluruh infrastruktur di perbatasan sudah selesai," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (27/11/2019).


2.000 Km lebih daerah perbatasan yang dimaksud oleh Suhajar itu meliputi Entikong, Sambas, Badau, Bengkayang, Sanggau Ledo, Kapuas (Kalimantan Barat), Payau, Babakan, Berau (Kalimantan Timur), dan ke Timur ada Guinea Baru, perbatasan Papua dengan Papua New Guinea, Australia, dan lain-lain.


"Selain infrastruktur jalan, ada bandara, dan pelabuhan. Dan, pembangunan massif itu akan cepat selesai jika diukung oleh empat sumber dana; Pemda Provinsi, Kabupaten, APBN dan swasta. Jika keempat itu tak bergerak, maka perlu CSR atau insentif dari perusahaan," pungkasnya.


Sementara rasa bangga diungkapkan secara terang-terangan oleh anggota DPD RI dari Nusa Tenggara Timur, Abraham Paul Liyanto, dalam dialog kenegaraan 'Kompleksitas Daerah Perbatasan Beranda Indonesia?' bersama anggota DPD RI dari Riau Edwin Saputra, Mardani Ali Sera (FPKS DPR) yang juga dihadiri oleh Sekretaris BNPP, Suhajar Diantoro.


Abraham berharap, di periode jabatan Presiden Joko Widodo yang kedua ini meningkatkan lagi pembangunan perbatasan, dan jalan tikus yang selama ini digunakan oleh pelintas batas ilegal dapat ditangani dengan sebaik-baiknya.


"Terus terang saja daerah perbatasan saat ini membuat saya bangga dan memang disegani oleh negara tetangga. Tapi, ke depan perlu ditingkatkan khususnya jalan-jalan tikus yang sering disalahgunakan," katanya.


(Humas BNPP)

VIDEO BNPP
LOKASI KANTOR BNPP

BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN
REPUBLIK INDONESIA


(National Border Management Authority Republic of Indonesia)
Jl. Kebon Sirih No. 31


Jakarta Pusat - Indonesia
Telp: (021) 3142142

Fax: (021) 31924491

Website: www.bnpp.go.id

Email : info@bnpp.go.id

LAPOR
LPSE
ARORA