Responsive image
Selasa, 2019-05-07 , 08:54:50 WIB

Fakta Menarik Budaya dan Adat Melayu di Tanjung Pinang

TANJUNG PINANG - Tanjung Pinang Kepulauan Riau adalah sebuah pulau yang terletak di perbatasan sebelah barat Indonesia yang memiliki sejarah sangat kuat dengan Kesultanan Johor, Malaysia. Hingga kini nuansa Melayu masih begitu kental di sana.

Tanjung Pinang menjadi ibu kota dari Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Kota ini terletak di Pulau Bintan dan beberapa pulau kecil seperti Pulau Dompak dan Pulau Penyengat. 

Berkunjung ke Kota Tanjung Pinang yang memiliki nuansa melayu yang sangat kental. Sejarah pada jaman dahulu memiliki hubungan kekerabaratan antara Kesultanan di Tanjung Pinang dengan kesultanan Johor, Malaysia. Tak heran nuansa Melayu sampai sekarang masih bisa dirasakan.

Tak lengkap rasanya bila mengunjungi Tanjung Pinang jika tidak mengunjungi tempat tempat wisata serta kuliner yang ada di Tanjung Pinang. 

Tanjung Pinang dan Pulau Bintan memiliki sebuah kolam renang terbesar se Asia Tenggara bernama Crystal Bay dan Treasure Bay Bintan. Kolam renang tersebut memiliki luas 6.3 hektar, kolam renang yang cukup luas bukan. Crystal Bay menyuguhkan pemandangan seperti ditepi pantai dengan pohon-pohon kelapa di pinggirnya.

Selain Kolam Renang Crystal Bay, Pulau Bintan juga memiliki sebuah vihara yang sangat unik, kenapa unik? Karena Vihara ini memiliki patung 1000 wajah yang letaknya tak jauh dari Tanjung Pinang. Vihara ini bernama Vihara Ksitigarbha Bodhisattva, merupakan salah satu tempat ibadah yang sering dikunjungi oleh berbagai umat seperti dari Thailand, Singapore & Malaysia untuk beribadah.

Patung ini dipercaya didatangkan langsung dari China. Sebenarnya patung tersebut tidak berjumlah seribu, tapi karena terlihat banyak maka disebutnya seribu patung.

Tanjung Pinang, sebagai daerah kepulauan tentu tak lengkap jika tidak berbicara tentang laut atau pantai. Wisata Bintan memiliki Pantai Trikora, Pantai shakera dan Lagooi Bay. Lagooi Bay sebuah resort dengan fasilitas yang modern.

Destinasi wisata di Tanjung Pinang yang tidak kalah menariknya bernama Gusung pasir. Tempat ini dulunya adalah bekas galian tambang pasir yang sudah tidak aktif lagi.

Jejak galian pasir tersebut membuat gradasi gradasi permukaan tanah nya menjadi sesuatu yang indah, dan gradasi itu seperti terbentuk secara alamiah sehingga menimbulkan pesona untuk dikunjungi. Warnanya hijau toska ke biru-biruan. Sungguh cantik airnya dan menjadikan daya tarik untuk berkunjung dan berfoto.

Kuliner di Tanjung Pinang dan Pulau Bintan ada yang sangat menarik, yaitu siput gonggong. Siput gonggong adalah makanan sejenis seafood dan hanya terdapat di sekitar Kepulauan Riau dan tidak ada di tempat lain. Rasanya sangat enak dan gurih.

Tanjung Pinang memiliki sebuah pulau kecil bernama Pulau Penyengat. Pulau penyengat dapat dijangkau melalui pelabuhan dengan menaiki perahu pompong untuk bisa sampai ke Pulau Penyengat. Pendatang akan disuguhkan dengan Nuansa Melayu.

Pulau penyengat mempunyai mata air yang dipergunakan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan. Rute untuk menuju mata air dan mengambil airnya, masyarakat harus berhadapan dengan lebah-lebah yang siap menyengat. Oleh karenanya pulau itu dinamakan penyengat.

Hingga sekarang mata air itu masih ada dan berada di Balai Adat Pulau Penyengat. Disitu terdapat makam dari pembuat gurindam 12 yaitu Raja Ali Haji.


(Humas BNPP)

VIDEO BNPP
LOKASI KANTOR BNPP

BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN
REPUBLIK INDONESIA


(National Border Management Authority Republic of Indonesia)
Jl. Kebon Sirih No. 31


Jakarta Pusat - Indonesia
Telp: (021) 3142142

Fax: (021) 31924491

Website: www.bnpp.go.id

Email : info@bnpp.go.id

LAPOR
LPSE
ARORA