Responsive image
Senin, 2019-07-15 , 10:34:50 WIB

Gelombang Tinggi Terjang Perairan Kepulauan Sangihe


JAKARTA - Sebagai daerah perbatasan perairan Kepulauan Sangihe, perairan Kepulauan Talaud, dan laut Maluku bagian Utara diterjang Gelombang setinggi empat meter. Hal ini terjadi pada tanggal 13 - 14 Juli 2019.

Dilansir dari Inews.id, Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung Ricky Daniel Aror mengimbau perahu nelayan maupun kapal pesiar agar memperhatikan risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran.

"Terjadi di sekitar perairan Kepulauan Sangihe, perairan Kepulauan Talaud, dan laut Maluku bagian Utara," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG, Ricky Daniel Aror, di Kota Manado, Sulut, Jumat (12/7/2019).

Tinggi gelombang 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan Kalimantan Utara, laut Sulawesi bagian Barat, perairan Timur Bitung, laut Maluku bagian Selatan dan perairan Selatan Sulut.

Resiko terbesar terhadap pelayaran terutama perahu nelayan saat kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter dan kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter. Kemudian, kapal feri dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter disarankan tidak berlayar.

"Begitu juga dengan kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter) dan kapal besar seperti kapal kargo, kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter)," ujar Ricky.

Selanjutnya, kapal ukuran besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar berisiko tinggi melaut jika dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.

"Masyarakat dan kapal-kapal yang melakukan aktivitas di daerah yang tercantum dalam daftar peringatan dini di atas harap mempertimbangkan kondisi tersebut," lanjut Ricky.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe Rivo Pudihang meminta warga yang menggunakan sarana transportasi laut perlu diperhatikan gelombang laut dan angin yang bisa berubah-rubah setiap waktu.

"Selain itu, terkait hujan lebat yang terjadi beberapa hari belakangan ini dimintakan agar masyarakat hati-hati ketika melintas di daerah perbukitan yang rawan longsor, banjir dan genangan air serta pohon tumbang," kata Rivo.


(Humas BNPP dan Sumber lain)

VIDEO BNPP
LOKASI KANTOR BNPP

BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN
REPUBLIK INDONESIA


(National Border Management Authority Republic of Indonesia)
Jl. Kebon Sirih No. 31


Jakarta Pusat - Indonesia
Telp: (021) 3142142

Fax: (021) 31924491

Website: www.bnpp.go.id

Email : info@bnpp.go.id

LAPOR
LPSE
ARORA