Responsive image
Rabu, 2019-09-25 , 11:23:05 WIB

Gubernur Bupati dan Walikota Perbatasan Diminta Antisipasi Mundurnya Musim Hujan 2019/2020


JAKARTA- Menteri Dalam Negeri yang juga Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Tjahjo Kumolo, meminta Gubernur, Bupati dan Walikota di wilayah perbatasan negara untuk mengantisipasi mundurnya musim hujan di tahun 2019/2020.


Permintaan Tjahjo itu berkaitan dengan adanya informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menerbitkan Buku Informasi Prakiraan Awal Musim hujan 2019/2020. Oleh karena itu pihaknya mengeluarkan surat Menteri dengan nomor 557/9566/SJ kepada Gubernur, Bupati dan Walikota diseluruh Indonesia yang disampaikan pada 17 September 2019. 


Dalam surat Menteri tersebut Tjahjo menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia (74 persen daeran zona musim akan mengalami awal musim hujan mundur satu sampai tiga dasarian (satu dasarian=10 hari) dari biasanya.


"Hal tersebut mengakibatkan musim kemarau yang sedang berlangsung akan semakin lama 10 sampai dengan 30 hari," ujarnya seperti dikutip dari surat edaran, Rabu (25/9).


Tjahjo mengatakan dengan mundurnya musim hujan tersebut ada beberapa sektor yang terdampak seperti sektor pertanian, perkebunan, ketahanan pangan, sumber daya air, kesehatan, dan lain-lain.


"Diharapkan dapat melakukan langkah mitigasi dan adaptasi sebagai antisipasi mundurnya awal musim hujan 2019/2020," lanjutnya.


Antisipasi tersebut dapat dilakukan dengan cara meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan instansi vertikal di wilayahnya khususnya pada tahapan mitigasi bencana dalam menghadapi musim hujan 2019/2020.


Melakukan pemantauan risiko bencana banjir dan longsor yang akan datang dan pemantauan terhadap aliran sungai, resapan air dan saluran pembuangan air untuk menghindari terhalangnya aliran air hujan.


Meningkatkan edukasi budaya sadar kepada masyarakat tentang bencana banjir dan longsor, agar masyarakat lebih siap dan siaga saat menghadapi banjir dan longsor.


Selain itu Gubernur, Bupati dan Walikota kawasan perbatasan juga dapat menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.


"Mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor dalam menghadapi musim hujan 2019/2020," pungkasnya.


Untuk diketahui di daratan Sumatera diprakirakan awal musim hujan umumnya berkisar pada bulan Oktober dan November 2019. Di Nusa Tenggara Timur diprakirakan awal musim hujan umumnya berkisar pada bulan Desember 2019.


Sementara di Kalimantan diprakirakan awal musim hujan umumnya berkisar pada bulan Oktober 2019. Di Sulawesi diprakirakan awal musim hujan umumnya berkisar pada bulan Oktober 2019, namun ada pula beberapa daerah di Sulawesi yang diprakirakan awal musim hujannya berkisar pada bulan Maret hingga April 2020 karena memiliki pola hujan monsunal tipe 2.


Serta di Maluku dan Papua diprakirakan awal musim hujan umumnya pada bulan Desember 2019, namun ada beberapa daerah di Maluku yang diprakirakan awal musim hujannya pada bulan Maret hingga April 2010 karena memiliki pola hujan monsunal tipe 2.


(Humas BNPP)

VIDEO BNPP
LOKASI KANTOR BNPP

BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN
REPUBLIK INDONESIA


(National Border Management Authority Republic of Indonesia)
Jl. Kebon Sirih No. 31


Jakarta Pusat - Indonesia
Telp: (021) 3142142

Fax: (021) 31924491

Website: www.bnpp.go.id

Email : info@bnpp.go.id

LAPOR
LPSE
ARORA