Responsive image
Senin, 2020-02-17 , 21:00:36 WIB

Kepala BKKBN Ingatkan Generasi Muda Perbatasan Tentang Bahaya Nikah Dini


SANGGAU- Kasus pernikahan dini generasi muda Indonesia masih menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bagi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Bahaya kesehatan seperti psikis dan penyakit kanker mulut rahim mengancam generasi muda Indonesia yang melakukan pernikahan dini.


Generasi muda di perbatasan negara juga tidak luput dari pengawasan BKKBN. Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, mengingatkan bahayanya menikah bagi anak di bawah umur saat melaksanakan peninjauan pelayanan program Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (KB MKJP) di Puskesmas Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat untuk meninjau pelayanan program Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (KB MKJP).


Hasto menjelaskan generasi muda yang berumur belasan tahun tidak dianjurkan untuk menikah. Ia menganjurkan untuk menikah di usia yang matang seperti pada usia 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki. 


"Kenapa untuk perempuan nikah di bawah umur 21 tahun dilarang, karena alat reproduksinya belum siap dan juga apabila perempuan nikah dibawah 21 tahun maka berisiko terjadinya kanker mulut rahim," kata Hasto seperti dikutip dari tribunnews.com, Sabtu (15/2/2020).


Indonesia masih memiliki tingkat pernikahan dini dan angka perceraian tinggi. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) persentase pernikahan dini di Tanah Air meningkat 15,66 persen pada 2018, dari 14,18 persen di tahun sebelumnya.



(Humas BNPP dan Sumber Lain)

VIDEO BNPP
LOKASI KANTOR BNPP

BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN
REPUBLIK INDONESIA


(National Border Management Authority Republic of Indonesia)
Jl. Kebon Sirih No. 31


Jakarta Pusat - Indonesia
Telp: (021) 3142142

Fax: (021) 31924491

Website: www.bnpp.go.id

Email : info@bnpp.go.id

LAPOR
LPSE
ARORA