Responsive image
Senin, 2019-07-29 , 22:44:51 WIB

KKP Tangkap 6 Kapal Yang Menangkap Ikan Di WPP-RI Tanpa Ijin


JAKARTA- Berbagai upaya telah dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai mitra dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) untuk mencegah terjadinya kegiatan ilegal di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) oleh kapal dari negara asing. 


Namun, tampaknya kapal negara asing masih belum kapok untuk melakukan kegiatan ilegal di WPP-RI. Terbukti baru-baru ini KKP kembali berhasil menangkap enam kapal perikanan asing (KIA).


Kapal yang berhasil ditangkap oleh KKP terdiri dari tiga kapal asal Vietnam dan tiga kapal lainnya berasal dari Filipina. Keenam kapal tersebut diamankan di dua lokasi perairan yang berbeda.


Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Agus Suherman, mengungkapkan penangkapan tiga kapal Vietnam dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan (KP) Orca 01 dengan Nakhoda Capt. Priyo Kurniawan, KP. Orca 03 dengan Nakhoda Capt. M. Ma’ruf, dan KP. Hiu 11 dengan Nakhoda Capt. Slamet di WPP-RI 711 Laut Natuna Utara pada Sabtu (27/7).


Kapal yang ditangkap dua diantaranya adalah kapal berjenis purse seine atas nama KM. BD 96687 TS dengan jumlah Anak Buah Kapal (ABK) 12 orang, KM BD 97041 TS dengan jumlah ABK 13 orang. Sementara satu kapal lainnya jenis kapal pengangkut KM BL 93579 TS dengan ABK berjumlah 11 orang.


"Ketiganya ditangkap karena melakukan kegiatan penangkapan ikan di WPP-RI tanpa ijin dari Pemerintah Indonesia yang melanggar ketentuan undang-undang perikanan," ujar Agus Suherman seperti dikutip dari kkp.go.id, Senin (29/7).


Ketiga kapal dan sejumlah 36 ABK berkewarganegaraan Vietnam yang berhasil diamankan dikawal menuju ke Pangkalan PSDKP Batam untuk proses penyidikan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.


Sementara tiga kapal asal Filipina ditangkap KP Hiu 05 yang dinakhodai oleh Capt. Hasrun Paputungan di perairan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) Utara Sulawesi pada Minggu (28/7) sekitar pukul 02.00 WIT.


Ketiga kapal yang berjenis pumboat beserta 11 orang awak kapal berkewarganegaraan Filipina di kawal menuju ke Pangkalan PSDKP Bitung Sulawesi Utara.


Agus mengatakan pelaku terancam pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.


"Proses penyidikan terhadap 3 (tiga) kapal Filipina akan dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan Pangkalan PSDKP Bitung Sulawesi Utara, sesuai undang-undang perikanan dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar," pungkasnya.


Penangkapan enam KIA asal Vietnam dan Filipina itu menambah jumlah KIA yang berhasil ditangkap oleh KKP. Selama tahun 2019 dari Januari hingga akhir Juli, KKP telah menangkap 43 kapal ilegal milik negara asing. 43 KIA tersebut terdiri dari 18 KIA dari Malaysia, 18 KIA dari Vietnam, 6 KIA dari Filipina, dan satu KIA dari Panama.


(Humas BNPP dan Sumber Lain)

VIDEO BNPP
LOKASI KANTOR BNPP

BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN
REPUBLIK INDONESIA


(National Border Management Authority Republic of Indonesia)
Jl. Kebon Sirih No. 31


Jakarta Pusat - Indonesia
Telp: (021) 3142142

Fax: (021) 31924491

Website: www.bnpp.go.id

Email : info@bnpp.go.id

LAPOR
LPSE
MATERI
ARORA
Rakordal