Responsive image
Sabtu, 2019-10-05 , 08:13:26 WIB

Memotret Wajah Baru Perbatasan Negara dari PLBN Terpadu Entikong


PONTIANAK- Embun pagi masih menyelimuti rumput liar di Kota Khatulistiwa. Matahari pun masih malu-malu menampakkan sinarnya saat rombongan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) bersama dengan Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) melakukan perjalanan ke salah satu titik perbatasan negara di Kalimantan Barat pada Kamis (3/10).


Tujuan kami adalah mengunjungi serta melihat langsung Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Entikong yang sudah dibangun oleh Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) yang merupakan anggota dari BNPP.


Bus sedang yang kami naiki mulai menembus jalan-jalan mulus di Pontianak. Sepanjang jalan kami diperlihatkan alam yang masih asri dengan pepohonan yang masih tumbuh dengan subur, berdampingan dengan rumah warga setempat.


Rombongan sesekali juga diperlihatkan sungai Kapuas yang masih bersih dari limbah masyarakat maupun limbah pabrik.


Untuk mencapai PLBN Terpadu Entikong, rombongan memakan waktu kurang lebih selama 5-6 jam. Perjalanan dengan bus memang sedikit lebih lama bila dibandingkan menggunakan mobil pribadi yang kurang lebih memakan waktu hanya selama 4-5 jam untuk mencapai PLBN Terpadu Entikong.


Bus sedang kami dengan pelan tapi pasti terus menembus jalanan dengan pemandangan pepohonan baik di kanan dan kiri jalan. Sesekali kami melihat SPBU dan sejumlah toko terkenal yang biasanya ada di kota-kota besar.


Menuju siang, matahari kian terik menyinari. Rombongan kami akhirnya sampai di PLBN Terpadu Entikong. Sebelum masuk ke gerbang PLBN Terpadu Entikong, rombongan BNPP bersama dengan anggota Bakohumas disambut dengan bangunan megah yang berada di sebelah kanan.


Begitu bus sedang kami masuk ke zona inti PLBN Terpadu Entikong, rombongan diperlihatkan pemandangan beberapa mobil berpelat Malaysia yang sedang mengantri untuk melewati perbatasan.


Setelah rombongan turun dari bus sedang, kami diajak untuk berkeliling zona inti PLBN Terpadu Entikong yang sudah terbangun megah.


Rombongan diajak berjalan oleh beberapa petugas untuk mengelilingi zona inti untuk diperlihatkan bangunan, petugas dan alat yang dipakai untuk menjalankan PLBN Terpadu Entikong.



Kunjungan rombongan BNPP bersama dengan anggota Bakohumas di PLBN Terpadu Entikong ini dimaksudkan agar anggota Bakohumas lebih mengenal keberadaan dan peran BNPP terutama PLBN dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di perbatasan negara. Sehingga anggota Bakohumas yang ikut dalam rombongan kunjungan ini dapat turut ambil bagian dalam mempublikasikan pengelolaan perbatasan negara.


Anggota Bakohumas diajak oleh BNPP untuk "Memotret Wajah Baru Perbatasan Negara" melalui kunjungan di PLBN Terpadu Entikong.


Anggota Bakohumas juga diajak melihat bukit yang dipangkas oleh pihak Indonesia dan pihak Malaysia untuk memudahkan akses keluar masuknya barang dari kedua negara.



"Rencananya keluar masuknya barang dan orang akan dipisahkan. Saat ini bukit di sebelah PLBN Terpadu Entikong sedang dipangkas untuk memudahkan jalan keluar masuk barang nantinya. Punya pihak Indonesia sudah selesai, tinggal nunggu dari pihak Malaysia saja," ujar Pelaksana tugas (Plt.) Sekretaris BNPP, Suhajar Diantoro, saat memberikan sambutan pada Forum Tematik Bakohumas Tematik Pengelolaan Perbatasan dengan tema "Menjaga Rumah Merah Putih di Batas Negeri", di Oasis Amir Hotel, Jakarta Pusat, Senin (30/9).


Setelah mengunjungi zona inti, rombongan diajak untuk melihat zona pendukung yang telah megah terbangun di samping kanan depan PLBN Terpadu Entikong. Zona pendukung yang dimaksud adalah bangunan megah yang anggota Bakohumas lihat sebelum memasuki gerbang PLBN Terpadu Entikong.



Terdapat bangunan pasar modern, terminal bis mini, masjid, mess pegawai PLBN Terpadu Entikong dan toko swalayan. Zona pendukung ini dibangun oleh Kemen PUPR, namun bangunan ini belum bisa beroperasi karena belum diserahterimakan kepada BNPP untuk dikelola.


Zona pendukung ini nantinya yang menjadi alat BNPP bersama kementerian/lembaga terkait untuk memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) dan juga kesejahteraan masyarakat perbatasan khususnya di wilayah Entikong.


Menjelang sore anggota Bakohumas diajak untuk merasakan masuk ke daerah Tebedu, Malaysia tanpa menggunakan paspor seperti yang biasa dilakukan masyarakat lokal. Masyarakat lokal biasanya dapat menyeberang dari wilayah Indonesia ke Malaysia ataupun sebaliknya tanpa menggunakan paspor.


Namun penyeberang tetap harus ijin dan mengisi data yang diperlukan untuk menyeberang wilayah di PLBN Terpadu Entikong. Cara ini tidak berlaku jika masyarakat akan berpergian jauh, karena ijin ini diberikan bagi mereka yang akan berkunjung di kecamatan terdekat saja, seperti Tebedu ini.


Sedikit masuk ke Kompleks Kastam Imigresen dan Security (CIQS) Tebedu, anggota Bakohumas melihat dengan jelas bagaimana perbedaan bangunan antara CIQS Tebedu dengan PLBN Terpadu Entikong.


Megah dan luar biasanya PLBN Terpadu Entikong yang dapat dilihat oleh anggota Bakohumas hari ini merupakan hasil dari Nawacita ke-3 Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.


Sekembalinya dari daerah Tebedu Malaysia, anggota Bakohumas melihat bagaimana PLBN Terpadu Entikong ini sudah sangat maju dibandingkan dengan keadaan sebelumnya. Kini ada bus Damri yang beroperasi dari Pontianak menuju ke Serawak dan Brunei.



Hari sudah menjelang sore, langit sudah mulai gelap, dan matahari perlahan mulai tenggelam di ufuk timur. Rombongan BNPP bersama dengan anggota Bakohumas kembali ke Pontianak menggunakan bus sedang yang sejak pagi setia menemani perjalanan ini.



(Humas BNPP)

VIDEO BNPP
LOKASI KANTOR BNPP

BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN
REPUBLIK INDONESIA


(National Border Management Authority Republic of Indonesia)
Jl. Kebon Sirih No. 31


Jakarta Pusat - Indonesia
Telp: (021) 3142142

Fax: (021) 31924491

Website: www.bnpp.go.id

Email : info@bnpp.go.id

LAPOR
LPSE
MATERI
ARORA
Rakordal