Responsive image
Selasa, 2019-07-16 , 21:37:28 WIB

Pembangunan Infrastruktur Perbatasan Berdampak Pada Kegiatan Ekspor


JAKARTA-Infrastruktur menjadi bahan pertimbangan bagi para pengusaha untuk melakukan investasi di wilayah perbatasan. Keterbatasan investasi dari para pengusaha tersebut dinilai mempengaruhi kegiatan ekspor di wilayah perbatasan. 


Hal tersebut terungkap pada diskusi yang dihadiri oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta Kementerian Pertanian. Diketahui dalam diskusi ini BNPP, Kadin dan Kementerian Pertanian membahas mengenai pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan di wilayah perbatasan Indonesia.


Pelaksana tugas (Plt.) Sekretaris BNPP, Suhajar Diantoro, mengatakan wilayah perbatasan mempunyai produk yang berpotensi dipasarkan hingga ke luar negeri. 


Namun Suhajar menilai saat ini para pengusaha belum sepenuhnya tertarik untuk membangun perekonomian di wilayah perbatasan negara karena infrastruktur di beberapa wilayah perbatasan masih terbatas apalagi ada wilayah perbatasan yang terpencil serta masih sulit untuk dijangkau. 


Suhajar mengaku sebenarnya BNPP yang berkoordinasi dengan Kementerian terkait sudah membangun infrastruktur yang dapat mendukung distribusi pangan untuk di ekspor di beberapa wilayah perbatasan.


"Sudah terlihat sekarang perkembangannya. Sudah bagus, sekarang kalau pergi ke perbatasan-perbatasan negara, infrastruktur membuka keterpencilan. Sekian jalan di sini, sekian jalan di sini, tapi kan belum semua. Kemudian infrastruktur pelayanan dasar, berapa puskesmas, beberapa sekolah yang dibangun, dan dalam 5 tahun ini bandara-bandara dan pelabuhan yang dibangun di daerah perbatasan. Kantor camat yang dibangun di daerah perbatasan. Misalnya kemarin kita meresmikan kantor camat di Morotai. Kantor desa, kantor kelurahan, infrastruktur dasar pelayanannya," ujar Suhajar di Jakarta, Selasa (16/7).


Di temui secara terpisah, Ketua Komite Tetap ICT Agribisnis Kadin Andi B. Sirang, menyampaikan enam rekomendasi untuk mendorong terciptanya ketahanan pangan di perbatasan. Salah satunya adalah dalam poin kedua Andi meminta memperkuat infrastruktur wilayah perbatasan agar diprioritaskan dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi dan pangan di wilayah perbatasan.


Namun tampaknya untuk di masa yang akan datang para pengusaha tidak perlu khawatir lagi soal infrastruktur di wilayah perbatasan karena Presiden Joko Widodo dalam pidatonya menyatakan akan melanjutkan pembangunan infrastruktur.


"Pertama, pembangunan infrastruktur akan terus kita lanjutkan! Infrastruktur yang besar-besar sudah kita bangun. Ke depan, kita akan lanjutkan dengan lebih cepat dan menyambungkan infrastruktur besar tersebut, seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara dengan kawasan-kawasan produksi rakyat. Kita sambungkan dengan kawasan industri kecil, sambungkan dengan Kawasan Ekonomi Khusus, sambungkan dengan kawasan pariwisata. Kita juga harus menyambungkan infrastruktur besar dengan kawasan persawahan, kawasan perkebunan, dan tambak-tambak perikanan," ujarnya beberapa waktu yang lalu.


(Humas BNPP)

VIDEO BNPP
LOKASI KANTOR BNPP

BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN
REPUBLIK INDONESIA


(National Border Management Authority Republic of Indonesia)
Jl. Kebon Sirih No. 31


Jakarta Pusat - Indonesia
Telp: (021) 3142142

Fax: (021) 31924491

Website: www.bnpp.go.id

Email : info@bnpp.go.id

LAPOR
LPSE
MATERI
ARORA
Rakordal