Responsive image
Senin, 2019-11-18 , 13:33:06 WIB

Pemerintah Indonesia-Malaysia Akan Sepakati Dua Titik Perbatasan di Kalimantan


JAKARTA- Pemerintah Indonesia dan Malaysia akan menyepakati patok batas antara Indonesia-Malaysia di Sungai Simantipal dan Titik C500-C600 Kecamatan Sebatik dalam nota kesepahaman. 


Badan Informasi Geospasial yang merupakan anggota Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), melaui Kepala Pusat Pemetaan Batas Wilayah, Ade Komara Mulyana, mengatakan nota kesepahaman tersebut akan ditandatangani pada Forum Joint Indonesia-Malaysia minggu ini di Kuala Lumpur, Malaysia.


"Dua sudah disepakati betul dan akan ditandatangan MOU minggu depan (minggu ini) di Kuala Lumpur, dua yang akan ditandatangan, yang dua tidak ada peta sulit juga," ujarnya seperti dikutip dari kompas.com, Sabtu (16/11/2019).


Batas di dua titik itu telah ditentukan melalui survei bersama yang dilakukan oleh Indonesia dan Malaysia serta sudah terpasang di lapangan. 


Menurut Direktur Topografi Angkatan Darat, Brigadir Jenderal Asep Edi Rosidin, yang juga hadir dalam diskusi tersebut dari 2.016 kilometer panjang perbatasan darat Indonesia-Malaysia di Kalimantan,  terdapat sembilan titik sengketa outstanding boundary problem (OBP) yang telah dibahas sejak 1974.


OBP terbagi ke dalam dua bagian, yaitu Barat dan Timur. Terdapat empat OBP di Barat, yaitu Batu Aum, Gunung Raya, Titik D400, dan Sungai Buan/ Gunung Jagoi. 


Sedangkan, di kawasan timur ada lima OBP antara Kalimantan Utara dan Sabah, yakni Pulau Sebatik, Sungai Sinapad, Sungai Simantipal, Titik B2700-B3100, dan Titik C500-C600.


Perselisihan di lima OBP di bagian Timur tersebut sudah selesai. Tiga titik sudah memasuki proses demarkasi atau penandaan batas negara, yaitu Pulau Sebatik, Sungai Sinapad, dan Titik B2700-B3100.


Sedangkan empat OBP di Barat, sudah mulai dibicarakan secara internal Indonesia maupun dengan pihak Malaysia. Bahkan keempat OBP di Barat tersebut akan dibahas pula dalam JIM di Malaysia minggu depan.


Asep berharap agar pemerintah bisa menyelesaikan negosiasi sengketa empat OBP di bagian Barat Indonesia dengan Malaysia. 


Hal ini dilakukan untuk menghindari eskalasi konflik. Ia mengatakan pemerintah Indonesia dengan Malaysia akan mulai membicarakan empat OBP di bagian barat dalam MoU.


Kedua pemerintahan mereferensi batas negara melalui kajian dan survei berdasarkan peta perbatasan yang telah disepakati sejak zaman penjajahan Belanda-Inggris yakni Konvensi 1891, perjanjian 1915, dan perjanjian 1928.


Saat ini sudah terpasang 20.569 pilar batas di perbatasan Indonesia-Malaysia sepanjang 2.016 kilometer. Jarak antar pilar maksimum 400 meter. Tapi, menurut Asep, jarang yang berjarak sampai 400 meter, rata-rata jarak antar pilar batas kurang dari 200 meter.


Menurut Asep, TNI yang juga merupakan anggota BNPP akan mengusulkan penambahan dan perbaikan sejumlah pos perbatasan dengan Malaysia. Dengan penambahan dan perbaikan pos tersebut akan dapat meningkatkan wilayah yang dapat dipantau melalui patroli rutin.


Untuk mengamankan perbatasan Indonesia dengan Malaysia lanjutnya TNI telah menerjunkan empat batalyon, dengan alokasi dua batalyon di Kalimantan Barat serta masing-masing satu batalyon di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Dia menganggap jumlah personel sebanyak empat batalyon tersebut cukup ideal.


(Humas BNPP dan Sumber lain)

VIDEO BNPP
LOKASI KANTOR BNPP

BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN
REPUBLIK INDONESIA


(National Border Management Authority Republic of Indonesia)
Jl. Kebon Sirih No. 31


Jakarta Pusat - Indonesia
Telp: (021) 3142142

Fax: (021) 31924491

Website: www.bnpp.go.id

Email : info@bnpp.go.id

LAPOR
LPSE
ARORA