Responsive image
Jumat, 2019-03-01 , 20:25:01 WIB

Plt Sekretaris BNPP Berbagi Pengalaman 30 Tahun Mengabdi Sebagai ASN

JAKARTA - Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Widodo Sigit Pudjianto menceritakan pengalamannya menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan BNPP.

Menurutnya banyak kesan yang didapat selama 30 tahun mengabdi di kedua lembaga tersebut. Mulai dari mengurus tim pengendali inflasi daerah (TPID) dan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) saat menjabat Direktur Pengembangan Ekonomi Daerah pada Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, tekanan yang besar saat menjabat Kepala Biro Hukum Kemendagri hingga ditunjuk menjadi Pelaksana tugas Sekretaris BNPP.

Saat di Kemendagri, Sigit menjelaskan ada saja kendala dalam menjalankan amanah yang diberikan. 

Bahkan ia pernah ditegur karena pekerjaannya dinilai salah oleh pimpinan. Namun hal itu tidak menciutkannya dalam bekerja. Segala masalah dan kendala menjadi bahan evaluasi dan tantangan.

"Yang penting saya kerja bagus, kerja fokus pasti selamat. Balik kanan kerjakan lagi, ya terus fokus dan mengerjakan pekerjaan dengan baik sampai saya pensiun ini," ungkapnya dalam acara Kegiatan Revolusi Mental menuju Good Governance bagi ASN Kemendagri dan BNPP di Red Top Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (28/02/2019).

Lebih lanjut, Sigit menjelaskan dinamika di Kemendagri juga dirasakan saat mendapat amanah menjadi Plt Sekretaris BNPP. Terlebih tugas yang diberikan diluar dari pengalamannya menjabat selama lima tahun di Biro Hukum Kemendagri. Namun tugas yang diberikan dijalankan dengan baik. Terlebih arah kebijakan mengenai perbatasan sudah sangat jelas. 

Presiden Joko Widodo, sambung Sigit menginginkan perbatasan jadi beranda depan bukan beranda belakang. Hal tersebutlah yang menjadi acuan rencana kerja dari BNPP. Meski hanya menjabat selama satu tahun dua hari sejumlah nota kesepahaman (MoU) telah dibentuk. Semisal MoU tentang Pembangunan Wilayah Perbatasan antara BNPP dengan Institut Pertanian Bogor serta MoU tentang Kerjasama dalam rangka optimalisasi sumber daya di lingkungan Kemendagri dan TNI. Sejumlah MoU tersebut untuk mendukung percepatan kesejahteraan dan keamanan masyarakat di perbatasan.

 

"Perbatasan itu tidak hanya ngurusin bea cukai, imigrasi dan karantina tetapi presiden minta dikembangkan untuk perdagangan, penyerapan tenaga kerja, pariwisata. Dan tahun ini BNPP mau bangun 11 pos lintas batas negara. Saya jalankan. Kata kuncinya kerja keras, tidak usah tengok kanan kiri nggak usah jadi pengamat," ujarnya.

Sigit mengakui keberhasilannya dalam mengemban amanat yang diberikan tidak luput dari peran dan kerjasama ASN di lingkungan Kemendagri maupun BNPP. Ia berharap langkah yang dilakukan dalam mengemban amanah bisa menjadi literatur bagi ASN lain. 

"Ini semua pengalaman berharga buat saya dan itu semua berjalan dengan baik karena kerjasama dengan bapak ibu sekalian. Saya juga mohon maaf lahir batin, jika dalam kerjasama ini saya ada kekurangan dan bicaranya terlalu keras," pungkas Sigit.

 

 

(Humas BNPP)

VIDEO BNPP
LOKASI KANTOR BNPP

BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN
REPUBLIK INDONESIA


(National Border Management Authority Republic of Indonesia)
Jl. Kebon Sirih No. 31


Jakarta Pusat - Indonesia
Telp: (021) 3142142

Fax: (021) 31924491

Website: www.bnpp.go.id

Email : info@bnpp.go.id

SIMTAS
LAPOR
LPSE
MATERI