Responsive image
Kamis, 2019-05-09 , 12:38:58 WIB

Polisi Selidiki Kabar Jaringan Teroris JAD Latihan di Daerah Keerom

JAYAPURA - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, meminta Polri dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk lebih banyak bertugas di wilayah-wilayah perbatasan.

Anggota yang bertugas mengisi kekuatan untuk mengawasi dan mengamankan wilayah perbatasan yang saat ini masih rapuh. Menurut Wiranto, kerapuhan wilayah perbatasan menjadi celah masuknya narkoba, teroris, pengungsi ilegal, dan ancaman lainnya. 

"Intinya bahwa membangun di perbatasan sangat dibutuhkan. Kalau enggak TNI dan Polri tidak menguatkan wilayah, kita akan kerepotan. Badan Narkotika Nasional (BNN) bolak-balik ke saya melaporkan temuan narkoba, kemudian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) soal adanya teroris yang masuk lewat wilayah perbatasan, itu contoh ancaman yang perlu diantisipasi," papar Wiranto.

Saat ini masih ada jaringan teroris di Kabupaten Keerom, Papua, beredar di media sosial, Kamis (9/5/2019).

Dalam rangka menindaklanjuti arahan Wiranto sekaligus mengantisipasi adanya respons berlebihan, aparat dari Polres Keerom segera mengambil langkah antisipasi dengan mempererat komunikasi dengan para tokoh masyarakat.

Kapolres Keerom AKBP Mudji Windo Hartono menjelaskan bahwa Informasi yang menyebar di masyarakat adalah terkait tempat latihan jaringan teroris dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah ( JAD) di Keerom.

"Yah, antisipasinya kami tetap lidik ( selidiki), patroli dan pendekatan kepada para tokoh kunci di Keerom," ucap Mudji.

Mudji mengatakan, hingga kini aparat kepolisian belum mengetahui informasi pasti lokasi kelompok JAD tersebut, bahkan kebenaran informasi tersebut perlu dikonfirmasi lebih dalam.

"Iya, kami dalami dulu. Dari jajaran di lapangan (intelijen) belum ada, tapi tetap menjadi perhatian," kata Mudji.

Polres Keerom pastikan akan menggelar operasi untuk mengecek kebenaran kabar tersebut. Mudji mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dengan kabar yang tersebar di media sosial karena belum tentu akurat.

"Dikhawatirkan akan muncul saling curiga terhadap keberadaan sesama warga dan muncul persepsi baru di mana terbentuk stigmatisasi pro dan anti-terorisme dikalangan masyarakat," kata Mudji.


(Humas BNPP)

VIDEO BNPP
LOKASI KANTOR BNPP

BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN
REPUBLIK INDONESIA


(National Border Management Authority Republic of Indonesia)
Jl. Kebon Sirih No. 31


Jakarta Pusat - Indonesia
Telp: (021) 3142142

Fax: (021) 31924491

Website: www.bnpp.go.id

Email : info@bnpp.go.id

LAPOR
LPSE
ARORA