Responsive image
Rabu, 2019-06-26 , 06:45:39 WIB

Ratusan Prajurit Infanteri Kostrad Di Kirim Jaga Perbatasan RI Malaysia


BALIKPAPAN- Menjaga perbatasan negara merupakan salah satu tugas yang diemban oleh Tentara Nasional Indonesia untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Para prajurit TNI secara bergantian dikirim untuk mengemban tugas yang mulia tersebut.

Seperti 450 prajurit dari Batalion Infanteri (Yonif) Raider 303 Kostrad yang diberangkatkan ke Tarakan, Kalimantan Utara untuk menjaga perbatasan Indonesia-Malaysia.

Hal tersebut sejalan dengan instruksi Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto yang juga sebagai Ketua Pengarah dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), yang meminta TNI dan Polri untuk lebih banyak bertugas di wilayah-wilayah perbatasan.

"Jangan numpuk di Jawa. Jangan ragu-ragu teman-teman TNI dan Polri untuk bertugas di wilayah perbatasan, jangan bercokol di Pulau Jawa saja," kata Wiranto, yang disampaikan pada acara Rapat Koordinasi Pengendalian dan Pembangunan Perbatasan Negara Tahun 2019 di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, beberapa waktu yang lalu.

Yonif 303 Raider Kostrad dikirim untuk menggantikan Yonif 144 Jaya Yudha yang sebelumnya sudah lebih dulu bertugas menjaga perbatasan. Yonif 303 Raider Kostrad telah diberangkatkan dari Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin (24/6).

Setelah Yonif 303 Raider Kostrad diberangkatkan, segera menyusul 450 prajurit dari Yonif Raider 600 Modang Kodam VI/Mulawarman. Pasukan ini diberangkatkan dengan KRI Teluk Hading 538, kapal pendarat dan angkut pasukan dari Armada Timur TNI-AL.

Panglima Kodam VI/Mulawarman Mayjen Subiyanto mengatakan keberadaan prajurit TNI di perbatasan untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan wilayah NKRI. Selain itu keberadaan TNI di kawasan perbatasan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat di kawasan perbatasan.

"Keberadaan Satgas Pamtas ini memberikan efek tangkal bagi pihak mana pun yang berniat mengganggu keutuhan dan kedaulatan wilayah Indonesia, sekaligus menjadi jaminan bagi masyarakat Indonesia untuk dapat beraktivitas sehari-hari dengan nyaman dan tenang," kata Mayjen Subiyanto dikutip dari antaranews.com.

Para prajurit yang dikirim ke perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut akan terlibat dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) yang bertugas untuk mengecek patok tanda perbatasan (patroli patok) kedua negara, mencegah peredaran narkoba, pembalakan liar, penambangan liar, dan upaya penyelundupan.

Selain itu para prajurit juga akan terlibat dalamkegiatan bakti TNI seperti menjadi guru, membantu guru setempat mengajar di sekolah yang terdapat di kampung dekat perbatasan, memberi bantuan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan termasuk penyuluhan pertanian.

Sebanyak 450 prajurit akan menempati 55 pos di depanjang perbatasan Indonesia-Malaysia dengan jarak bervariasi antara pos satu dan lainnya. 

Mayjen Subiyanto menjelaskan prajurit yang di kirim sudah menjalani pembekalan serta sejumlah pelatihan dalam pratugas yang diberikan oleh instansi yang berwenang.

"Jadi mereka siap berbakti menolong masyarakat," pungkasnya.



(Humas BNPP dan Sumber Lain)

VIDEO BNPP
LOKASI KANTOR BNPP

BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN
REPUBLIK INDONESIA


(National Border Management Authority Republic of Indonesia)
Jl. Kebon Sirih No. 31


Jakarta Pusat - Indonesia
Telp: (021) 3142142

Fax: (021) 31924491

Website: www.bnpp.go.id

Email : info@bnpp.go.id

LAPOR
LPSE
ARORA