Responsive image
Selasa, 2019-07-09 , 06:19:22 WIB

Sabuk Merah Di Garis Batas Indonesia Timor Leste Selesai Dibangun


JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) selaku Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tjahjo Kumolo, mengatakan bahwa membangun perbatasan negara sama dengan menjamin keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

“Dalam konteks pembangunan daerah  perbatasan negara sebagai upaya menjamin keutuhan dan kedaulatan NKRI serta penguatan penegakkan hukum, pertahanan, dan keamanan negara dilakukan melalui pengamanan batas, baik itu wilayah darat, laut, dan udara. Dan peningkatan kualitas diplomasi dan kerja sama batas wilayah negara dimana pembangunan sarana prasarana batas negara serta peningkatan pelayanan lintas batas yang ada harus ditingkatkan," kata Tjahjo. 

Dikutip dari Kompas.com, jalan perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikenal dengan istilah Sabuk Merah berada di garis batas antara Indonesia-Timor Leste ini terbagi dalam dua sektor, yakni Sabuk Merah Sektor Timur sepanjang 179,9 km dan Sabuk Merah Sektor Barat dengan panjang sekitar 130,88 km.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 Provinsi NTT Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rofinus Ngilo mengatakan, proses pengerjaan saat ini masih berfokus pada Sabuk Merah Sektor Timur yang menghubungkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain dan PLBN Motamasin.

Rofinus menambahkan, pengerjaan jalur tersebut juga mengalami penambahan panjang sekitar 3 km dari semula 176 km menjadi 179 km lantaran ada perubahan trase.

Jalan Sabuk Merah Sektor Timur sekarang 179,99 km, hampir 180 km. Sebelumnya kan sekitar 176 km. Tapi karena ada jalur pengerjaannya berpindah, total panjangnya bertambah sekitar 3 km," jelas Rofinus di Atambua, NTT, Minggu (7/7/2019).

Akhir 2018 lalu, total panjang jalan yang sudah teraspal mencapai 85 km. Untuk tahun ini, Rofinus melanjutkan, pihaknya menargetkan bisa mengaspali jalan sampai sekitar 46 km.

"Jadi sampai 2018 kita bangun 85 km jalan perbatasan yang sudah beraspal. Untuk tahun ini kira-kira 46 km. Jadi sampai akhir 2019 sudah ada sekitar 131 km yang sudah beraspal," tutur Rofinus.

Proses pengerjaan jalan perbatasan Sabuk Merah Sektor Timur tahun ini terbagi dalam beberapa paket yang dikerjakan oleh satu kontraktor swasta PT Naviri Multi Konstruksi beserta beberapa kontraktor lokal. Adapun nilai kontraknya bersifat tahun tunggal (single years) sebesar Rp 291 miliar.

Selain jalan perbatasan, Kementerian PUPR juga turut membangun sebanyak 44 jembatan di sepanjang Sabuk Merah Sektor Timur. Rofinus menargetkan, total akan ada sebanyak 31 unit jembatan tambahan yang rampung dikerjakan pada 2019.

"Total jembatan ada 44 unit. 2017 terbangun 4 unit, 2018 ada 12. Tahun ini akan dibangun 15 unit dengan total panjang 350 meter. Sisanya akan diselesaikan 2020," jelas Rofinus.


(Humas BNPP dan Sumber lain)

VIDEO BNPP
LOKASI KANTOR BNPP

BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN
REPUBLIK INDONESIA


(National Border Management Authority Republic of Indonesia)
Jl. Kebon Sirih No. 31


Jakarta Pusat - Indonesia
Telp: (021) 3142142

Fax: (021) 31924491

Website: www.bnpp.go.id

Email : info@bnpp.go.id

LAPOR
LPSE
MATERI
ARORA
Rakordal