Responsive image
Sabtu, 2019-06-08 , 20:37:21 WIB

Satgas Pamtas RI-Malaysia Berhasil Gagalkan Penyelundupan Barang Ilegal



SANGGAU - Tim Satgas Pamtas RI-Malaysia Batalyon Mekanis (Yonmek) 643/Wanara Sakti (Wns) kembali berhasil menggagalkan penyelundupan barang ilegal dari Malaysia ke Indonesia melalui Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat.


Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong Viktorius Dunand. Viktor menjelaskan jalur tikus yang berada di sisi kanan PLBN Entikong memang rawan dimanfaatkan oleh pelintas ilegal yang tidak mau melewati pintu perlintasan resmi.


“PLBN Entikong saat ini sudah sangat ketat pengawasan dan pemeriksaannya, sehingga kecil kmungkinan barang ilegal dapat lolos,” Jelas Viktor.


Viktor mengatakan pada sisi kiri PLBN pelintas ilegal sulit untuk melakukan aktifitasnya karena sudah dilakukan pemotongan bukit B127 oleh pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan pihak Malaysia. Hal ini merupakan hasil kesepakatan Tim Sosek Malindo untuk menghubungkan jalur khusus ekspor impor Terminal Barang Internasional Entikong dan Inland Port Tebedu. 


Komandan Satuan Tugas (Satgas) yang bertugas sebagai Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Malaysia Yonmek 643/Wns, Mayor Inf Dwi Agung Prihanto, mengungkapkan bahwa seperti yang terjadi pada Rabu (5/6/2019) lalu, para pelaku penyelundupan itu tak pernah ada kapoknya dan selalu menempuh berbagai cara untuk melakukan aksinya.


"Disangka mereka (pelaku penyelundupan), momen Lebaran ini tidak ada sweeping di perbatasan, justru sebaliknya, Satgas lebih meningkatkan pengawasan," ungkap Dwi, Sabtu (8/6/2019).


Dwi menjelaskan bahwa guna mencegah masuknya barang ilegal dari negara Malaysia, masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri ini Satgas tidak mengendorkan pengamanan di perbatasan.


"Justru semakin meningkatkan pengamanan. Terbukti, Satgas berhasil mengamankan sejumlah barang ilegal asal Malaysia yang hendak diselundupkan ke Indonesia melalui Entikong," lanjut Dwi.


Sementara Pasi Intel Satgas Yonmek 643/Wns, Lettu Inf Dwi Ari Wibowo, menyampaikan bahwa pihaknya lebih meningkatkan pengamanan lintas batas, supaya momen lebaran tidak dimanfaatkan oknum untuk memasok produk ilegal melalui jalur tikus yang tidak melewati pemeriksaan resmi.


"Kami berhasil mengamankan, satu mobil nopol KB 3244 QA bersama sopir dengan inisial RND, yang membawa barang kulit sapi Australia 13 kilogram, ceker ayam 30 kilogram, sosis 32 bungkus, seratus kilogram gula pasir, telur ayam 540 butir, satu speaker, dua televisi dan racun rumput sebanyak 25 kaleng," ujarnya.


Dwi mengatakan, keterangan yang didapat dari RND, barang-barang tersebut diselundupkan melalui jalur hutan di sebelah kanan PLBN Entikong dan akan dipasarkan ke wilayah Sekayam dan sekitarnya.


Dwi menambahkan, saat ini barang bukti hasil selundupan bersama mobil dan supirnya telah diserahkan oleh Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonmek 643/Wns ke Stasiun Karantina Pertanian Entikong dan Bea Cukai Entikong.


"Untuk pengembangan penyelidikan lebih lanjut, seluruh barang bukti telah kami serahkan ke Stasiun Karantina Pertanian Entikong dan Bea Cukai Entikong," ungkapnya.


“Kami sudah mengajukan usulan pembuatan pagar keliling PLBN untuk meminimalisir kegiatan ilegal agar tidak memasuki kawasan PLBN ke Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Pusat melalui Asisten Deputi (Asdep) Lintas Batas Negara (Tasbara), menurut info akan terealisasi pada pembangunan PLBN Tahap 3 mendatang,” pungkas Viktor.


(Humas dan Sumber lain)

VIDEO BNPP
LOKASI KANTOR BNPP

BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN
REPUBLIK INDONESIA


(National Border Management Authority Republic of Indonesia)
Jl. Kebon Sirih No. 31


Jakarta Pusat - Indonesia
Telp: (021) 3142142

Fax: (021) 31924491

Website: www.bnpp.go.id

Email : info@bnpp.go.id

SIMTAS
LAPOR
LPSE
MATERI
ARORA
Rakordal