Responsive image
Selasa, 2019-06-18 , 09:30:13 WIB

Serba serbi Perbatasan Indonesia bareng Aktor Rumah Merah Putih

JAKARTA - Pevita Pearce, Shafira Umm, Dicky Tatipikalawan, Ari Sihasale, dan Nia Zulkarnaen bermain dalam film tentang anak-anak di timur Indonesia lewat sebuah karya film. 


Alenia Pictures merilis film Rumah Merah Putih yang berlatar di Atambua, Belu, Nusa Tenggara Timur yang tayang perdana tanggal 17 Juni 2019 di Jakarta, disaksikan oleh Keluarga Besar Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).


Film tersebut berfokus pada kehidupan sepekan jelang perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) di wilayah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.


"Jelang 17 Agustus, mereka punya kebiasaan untuk mengadakan perayaan. Berbeda dengan yang di kota-kota besar yang mungkin sudah jarang dan hanya sekadar pasang bendera saja," kata Nia, Senin (17/6/2019).


Ari yang berperan sebagai sutradara menambahkan bahwa umumnya dalam perayaan itu mereka berlomba-lomba untuk menghias daerahnya dengan atribut serba merah putih. Dari kebiasaan ini, ia memutuskan untuk mengambil cerita tentang Farel dan Oscar, yang diperankan oleh anak NTT asli yakni Patrick Rumlaklak dan Amori De Purivicacao.


Meski hidup sederhana di perbatasan, mereka disebut memiliki rasa cinta pada Tanah Air yang sangat dalam. Bersama kedua kawannya, Anton dan David, mereka mengikuti lomba panjat pinang dalam rangka memeriahkan 17 Agustus. Namun, di tengah itu perlombaan itu mereka bertengkar tentang hadiah mana yang harus diambil duluan. Pada akhirnya mereka gagal dan saling menyalahkan.


Masalah makin rumit ketika dua kaleng cat merah putih milik Farel hilang.


"Mereka bersahabat bukan hanya yang tulus tapi juga dalam bingkai merah putih. Dua-duanya Indonesia banget. Jadi karena ada yang hilang, akhirnya mereka saling bantu bagaimana caranya agar Farel tidak dimarahi ayahnya," lanjut Ari.


Ari menjelaskan, ide penggarapan kisah Rumah Merah Putih telah muncul sejak lima tahun lalu. 


"Lima tahun lalu perbatasan tidak terlalu diperhatikan, beda dengan lima tahun sekarang. Dulu saat ke sana, kami sedih dan malu, lihat negara tetangga perbatasannya keren."


Meski kehidupannya tak sebaik negara tetangga, lanjut Ari, cinta dan nasionalisme masyarakat perbatasan tidak pernah berubah. Hal itulah yang kemudian ia jadikan sebagai poin utama untuk membawa pesan kepada seluruh masyarakat Indonesia.


"Terutama sekarang ini, setelah Pilpres dan lain-lain, Indonesia semakin terpecah. Mungkin lewat film, kami bisa memberi tahu bahwa kita sama kok. Saya dari Ambon, ibu dan bapak Ambon tapi saya Indonesia. Kita semua Indo. Walaupun berbeda-beda, asalnya dari mana, tapi yang menyatukan dan rumah kita ya Indonesia," jelas Ari.


Aktor Dicky Tatipikalawan akhirnya mengungkapkan perasaan memerankan tokoh sebagai Orasio Swarez, pemuda asli Silawen yang sangat aktif di Karang Taruna. Ia membantu untuk mengurus acara dan lomba di Desa Atambua dan dikenal dengan gayanya yang hip hop serta humble.


“Perasaan pastinya sangat senang dan bangga, karena ini adalah film perdana saya, dan saya sangat berterima kasih ke Alenia karena mreka kasih kesempatan dan dipercayakan untuk bermain film ini, apalagi saya bisa 1 frame dgn anak2 asli ntt yang luar biasa dan para pemain film yang luar biasa yaitu Pevita, shafira, abdul dan Yama,” ungkap Dicky.


Dicky juga berharap perbatasan Indonesia semakin baik setiap waktu.


“Harapan untuk perbatasan, perbatasan kita sudah sangat luar biasa dan bagus, kita tidak boleh lupa karena perbatasan itulah garda terdepan indonesia, kita harus memberi apresiasi yang lebih untuk semuanya, dan 1 hal yg perlu diingat, masyarakat perbatasan itu bukan masyarakat terbelakang dan tertinggal, justru mereka masyarakat yang sangat luar biasa,” kata Dicky.


Ke depannya, kata Ari lagi, ia berencana menjadikan potret kehidupan anak-anak di perbatasan Indonesia sebagai kisah trilogi. Setelah NTT, ia akan melanjutkan dengan cerita tentang anak-anak di perbatasan Kalimantan dan Papua.


(Humas BNPP)



VIDEO BNPP
LOKASI KANTOR BNPP

BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN
REPUBLIK INDONESIA


(National Border Management Authority Republic of Indonesia)
Jl. Kebon Sirih No. 31


Jakarta Pusat - Indonesia
Telp: (021) 3142142

Fax: (021) 31924491

Website: www.bnpp.go.id

Email : info@bnpp.go.id

LAPOR
LPSE
ARORA