Responsive image
Selasa, 2019-07-09 , 06:13:46 WIB

TNI Berhasil Amankan Seorang Warga Pembawa Bibit Ganja dari Perbatasan


JAYAPURA - Membangun Indonesia dari pinggiran adalah salah satu Nawa Cita Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menteri Keamanan, Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto berharap fungsi keamanan di perbatasan terus diperkuat, dengan cara pembangunan 11 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) berfungsi meningkatkan keamanan wilayah perbatasan.

"Membangun pos lintas batas enggak hanya posnya saja, keamanan tentu dijaga dan membangun seluruh kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan, seperti listrik, sekolah, pasar, dan kebutuhan sosial lainnya," ujar Wiranto.

Menindaklanjuti arahan Wiranto, Prajurit TNI yang menjaga perbatasan RI-PNG, Yonif PR 328/DGH berhasil mengamankan GS (32), seorang pemuda asal Waris, Kabupaten Keerom. Ia kedapatan membawa bibit ganja dari temannya di Papua Nugini (PNG).

Dilansir dari Republika.co.id, Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas dari Yonif PR 328/DGH Mayor Inf Erwin Iswari ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Jumat (5/7/2019) mengatakan mendekati akhir penugasan, personelnya terus konsisten melaksanakan pencegahan terhadap peredaran barang-barang terlarang dan ilegal. Petugas melaksanakan pemeriksaan dan pengawasan setiap orang yang datang ke wilayah perbatasan.

"Jadi, saat dilakukan pemeriksaan rutin di depan Pos Kotis tak jauh dari tapal batas Skouw-Wutung, personel saya mengamankan seorang pria yang membawa ratusan bibit ganja di dalam tasnya," kata Erwin.

Menurut Erwin, kejadian bermula itu saat personel Pos Kotis melakukan pemeriksaan rutin terhadap pengunjung yang akan kembali ke Kota Jayapura dan sekitarnya. 

"Saat dilakukan pemeriksaan ditemukan benda yang dibungkus plastik hitam dan saat dibuka terdapat ratusan bibit ganja yang siap ditanam," lanjut Erwin.

Pelakunya, berinisial GS (32) warga Waris, Kabupaten Keerom. Ketika ditanya dari mana bibit ganja tersebut diperoleh, GS mengaku barang haram itu didapat melalui temannya yang merupakan warga PNG. 

"Bibit ganja itu sebanyak 128 biji siap tanam dengan berat 15 gram. Dan bibit ganja tersebut akan ditanam di Waris dan nantinya akan dijual," kata Erwin.

Untuk pelaku dan barang buktinya sudah diserahkan kepada pihak Pospol Skouw batas untuk diproses lebih lanjut. Erwin menambahkan bahwa wilayah perbatasan memang kerap sekali dijadikan tempat untuk mengedarkan narkoba baik dari Indonesia ke PNG ataupun sebaliknya. Berbagai modus pun kerap dilakukan untuk mengelabui personel penjagaan di perbatasan.

"Tapi, saya selalu tekankan kepada jajaran untuk teliti saat melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan yang dibawa," katanya.

Selama bertugas di perbatasan RI-PNG, Erwin mengakui bahwa jajarannya telah mengamankan sebanyak 21.067 gram ganja. 

"Satgas terus melakukan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan perbatasan seperti dengan pihak Pospol Skouw, Imigrasi, Bea Cuka dan juga tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama serta BNN Kota Jayapura dalam memberantas Narkoba karena kita tahu sendiri narkoba merusak generasi Bangsa," Pungkas Erwin.


(Humas BNPP dan Sumber lain)

VIDEO BNPP
LOKASI KANTOR BNPP

BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN
REPUBLIK INDONESIA


(National Border Management Authority Republic of Indonesia)
Jl. Kebon Sirih No. 31


Jakarta Pusat - Indonesia
Telp: (021) 3142142

Fax: (021) 31924491

Website: www.bnpp.go.id

Email : info@bnpp.go.id

LAPOR
LPSE
ARORA