Responsive image
Rabu, 2019-06-26 , 19:22:06 WIB

Upaya Kementerian dan Lembaga Anggota BNPP Cegah Narkotika Masuk Indonesia


JAKARTA- Anggota Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Badan Narkotika Nasional (BNN) memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang jatuh pada tanggal 26 Juni. 

Di tahun ini BNN ingin meningkatkan kesadaran masyarakat, terlebih kaum milenial untuk waspada terhadap penyalahgunaan narkoba.

Wakil Presiden Jusuf Kalla yang hadir dalam acara ini menyampaikan bahwa narkoba merupakan kejahatan yang exraordinary, sehingga upaya memerangi narkoba tidak bisa hanya dilakukan oleh BNN. Harus ada keterlibatan masyarakat hingga akademisi untuk memerangi narkoba.

"Semua pihak harus terlibat, keluarga, masyarakat, sekolah dan masyarakat keseluruhan dan lembaga hukum kita," ujarnya di Hotel Dharmawangsa, Jalan Dharmawangsa III, Jakarta Selatan, Rabu (26/6) dikutip dari detik.com.

BNPP yang berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga juga ikut mendukung upaya BNN untuk memberantas narkoba. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencegah narkotika memasuki Indonesia melalui kawasan perbatasan.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang merupakan anggota BNPP juga telah melakukan upaya semaksimal mungkin untuk menjaga kawasan perbatasan serta menggagalkan upaya penyelundupan narkoba dan barang-barang berbahaya lainnya. Para prajurit TNI dikirim ke wilayah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga secara bergantian.

Selain itu Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dari Kementerian Keuangan juga berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan rakyat Indonesia dari bahaya narkoba melalui penjagaan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

Seperti yang baru-baru ini terjadi, petugas Bea Cukai berhasil menggagalkan aksi penyelundupan 4.874 pil narkoba di PLBN Motaain yang berada di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Penyelesaian masalah pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba bukan hanya tanggung jawab BNN semata, melainkan menjadi tugas seluruh komponen bangsa.

Sebagaimana telah dikukuhkan melalui Instruksi Presiden No.6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN. Inpres tersebut menjadi payung hukum bagi masyarakat Indonesia untuk bersama-sama melaksanakan P4GN tersebut.  

Ketua Pengarah BNPP Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukun dan Keamanan Wiranto meminta TNI dan Polri lebih banyak bertugas di wilayah-wilayah perbatasan.

Menurutnya kerapuhan wilayah perbatasan menjadi celah masuknya narkoba, teroris, pengungsi ilegal, dan ancaman lainnya.

"Intinya bahwa membangun di perbatasan sangat dibutuhkan. Kalau enggak TNI dan Polri tidak menguatkan wilayah, kita akan kerepotan. BNN bolak-balik ke saya melaporkan temuan narkoba, kemudian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) soal adanya teroris yang masuk lewat wilayah perbatasan, itu contoh ancaman yang perlu diantisipasi," kata Wiranto.


(Humas BNPP dan Sumber Lain)

VIDEO BNPP
LOKASI KANTOR BNPP

BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN
REPUBLIK INDONESIA


(National Border Management Authority Republic of Indonesia)
Jl. Kebon Sirih No. 31


Jakarta Pusat - Indonesia
Telp: (021) 3142142

Fax: (021) 31924491

Website: www.bnpp.go.id

Email : info@bnpp.go.id

LAPOR
LPSE
ARORA