Menu
RSS

Melihat 'Rumah' Terdepan Indonesia di Entikong, Perbatasan Malaysia yang Dipercantik

Melihat 'Rumah' Terdepan Indonesia di Entikong, Perbatasan Malaysia yang Dipercantik

Entikong - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tengah membangun pos perbatasan Indonesia-Malaysia di Entikong, Kalbar. Proses pembangunan sudah berjalan 45%, bagaimana penampakannya? 

 

Pantauan detikcom di Pos Perbatasan Lintas Bantas Entikong, Kalimantan Barat, Kamis (14/1/2015) pembangunan sarana dan prasarana sudah berjalan. Proses pengerjaan sendiri sudah dilakukan sejak Agustus 2015 dan ditargetkan Desember 2016 nanti sudah selesai. Rangka tiang baja bangunan sudah terpasang kokoh. Meski tengah dilakukan pembangunan, aktivitas hilir mudik masyarakat yang hendak menyebrang ke Malaysia tidak terganggu.

"Ini sudah berjalan 45% khusus untuk PPLB. Prosesnya terdiri dari 38% bangunan dan sisanya 7% peralatan pendukung yang sebagian di antaranya sudah masuk," ujar Direktur Bina Penataan Pembangunan, Adjar Prajudi di lokasi.

Dia mengatakan pembangunan pos lintas batas ini sesuai dengan standar di era modern. Hal itu melingkupi keimigrasian, karantina,dan keamanaan.

"Sehingga ke depan sudah tidak bisa lagi Walaupun mereka saling kenal, masuk tanpa miliki surat atau dokumen. Nanti juga akan dilengkapi X-Ray," paparnya.

Dikatakan Adjar perintah presiden pembangunan pos lintas batas harus lebih baik dibanding negara tetangga. Secara pandangan mata sendiri kondisi bangunan saat ini tidak layak dipandang.

"Kalau sekarang bisa kita bisa lihat kondisi gedung yang lama, sudah tidak layak sebagai pos lintas bantas. Nanti kita bangun agar kondisinya lebih nyaman sehingga semua pengurusan ijin baik kedatangan atau keluar bisa disini," paparnya.

Sementara Kepala Satker pembangunan PPLB, Jhon Manaek Sihombing menjelaskan arsitektur mengadopsi. kearifan lokal di Kalimantan Barat. Hal itu termasuk bagian interior dan sarana prasarana gedung.

"Seperti arsitektur rumah panjang milik orang dayak akan dijadikan atap pos nanti. Selain itu nanti akan dibuat pos pintu masuk khusus kendaraan kargo juga," paparnya.

Selain mengangkat arsitektur lokal, bangunan PPLB ini juga akan dibuat tugu sebagai ikon Indonesia. Lambang burung garuda dan perisai suku dayak akan lebih ditonjolkan.

"Sehingga nanti muka Indonesia akan lebih terlihat dan bisa dibanggakan lagi. Untuk target sendiri Desember 2016 bangunan ini sudah bisa digunakan," pungkasnya. 

(edo/dra).

 

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews

Info for bonus Review William Hill here.