Menu
RSS
Senin, 03 Juli 2017 08:23

Duh, Malaysia Mulai Bangun Museum Perbatasan di Wilayah Sengketa di Lumbis Ogong Utama

Ditulis oleh 
Berikan rating
(0 votes)

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN- Malaysia mulai membangun tugu perbatasan, sekitar 50 meter sebelah Malaysia di dekat Patok GP 1 (west) sebelah Barat Sungai Pansiangan.

Ketua Dewan Pendiri Pemuda Penjaga Perbatasan RI, Lumbis S Sos melalui akun facebooknya menyebutkan, pembangunan ini menandai dimulainya sejumlah proyek di kawasan yang berada tidak jauh dari wilayah sengketa antara Republik Indonesia- Malaysia di Kecamatan Lumbis Ogong.

 

“Menurut informasi proyek ini akan dilengkapi museum survei batas negara 1912. Di sana akan ada foto-foto masyarakat pejuang di perbatasan serta beberapa rumah-rumah pelancongan atau tempat wisata,” ujarnya.

Dia menjelaskan, tugu perbatasan yang dibangun Malaysia ini hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari Tugu Garuda yang dibangun di Desa Labang, Kecamatan Lumbis Ogong.

“Tetapi tugu Malaysia lebih dekat dengan patok utama (GP 1). Padahal simpul titik-titik inilah yang menjadi sumber persoalan OBP di Sungai Sumantipal,” ujarnya.

Sebab, kata dia, tugu tersebut berhimpitan dengan outstanding boundary problem (OBP) Sungai Sumantipal yang menurut pihak Malaysia harus mengikuti punggung kecil Sungai Lomboi yang bertemu dengan Sungai Ula-Tulak.

“Dari situ lurus hingga titik simpul Muara Sungai Sumantipal. Karena menurut mereka Muara Sumantipal diatas 4'20" LU, sehingga menurut mereka sebelah kanan Sungai Sadalid adalah mereka punya,” ujarnya.

Lumbis menilai, jika benar nantinya tugu tersebut dilengkapi dengan foto-foto, tentu ini menjadi hal yang luar biasa.

“Malaysia mau melegalisasi versi koordinat 4'20" LU dibawah alam sadar masyarakat ketimbang versi kita Watershed,” ujarnya.

Tahun lalu TRIBUNKALTIM.CO pernah memberitakan rencana Malaysia menggelontorkan anggaran pembangunan hingga RM 300 juta atau sekitar Rp990 miliar dengan kurs RM1 senilai Rp3.300.

Warga Kecamatan Lumbis Ogong saat menghubungi TRIBUNKALTIM menyebutkan, anggaran sebesar Rp990 miliar itu akan digunakan untuk membangun wilayah Sabah mulai dari Pegalungan hingga Bantul bahkan akan menyentuh wilayah sengketa Sumantipal-Sinapad yang juga diklaim Republik Indonesia.

Kepastian pembangunan itu disampaikan Wakil Ketua Menteri Sabah Datuk Yang Berhormat (YB) Bobbei A Suan saat 12 Juni 2016 lalu berkunjung ke Labang dan kawasan yang masih berstatus dalam tahap perundingan Republik Indonesia –Malaysia atau OBP di Sungai Sumantipal-Sinapad, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan.. Kawasan itu disebutkan sebagai kawasan sengketa terluas di Indonesia.

Pria yang juga merangkap sebagai anggota Perlemen Sabah itu datang ke wilayah tersebut untuk melihat sanak saudara serumpun Murut dari Dayak Agabag sekaligus membawa kabar gembira.

Nampiang, warga Desa Sumantipal menyebutkan, dalam kunjungan dimaksud Bobbei A Suan memastikan, Perdana Menteri Malaysia Tun Najib Abdul Razak telah mengeluarkan kebijakan untuk membangun kawasan perbatasan daerah Pagalungan hingga kawasan Sumantipal.

“Karena menurut Datuk, demi kaum serumpun dan negara tidak masalah mengelurkan anggaran yang besar untuk membangunnya,” kata Nampiang menirukan ucapan Datuk Bobbei saat kunjungannya ke wilayah yang juga diklaim Republik Indonesia.

Sebelum berkunjung ke Sumantipal, Datuk Bobbei memastikan telah menghadap Najib Razak.

Pinumpulan, warga Labang menyebutkan, Bobbei selaku Wakil Ketua Menteri Sabah Bidang Infrastruktur memastikan pula dana ratusan juta ringgit Malaysia itu akan digunakan untuk pembangunan peningkatan Jalan Sepulut-Pegalungan-Bantul hingga tembus ke Labang dan berputar ke Sumantipal.

Selanjutnya akan digunakan untuk Pekan Sempadan di Bantul, spot-spot wisata, tugu Sumantipal, perumahan, rumah-rumah singgah wisata di perbatasan, gudang perdagangan, maupun pekan yang dilengkapi dengan unit kampus Universitas Malaysia Sabah (UMS) di Pegalungan.(*)

dibaca 302 kali
Info for bonus Review William Hill here.