Menu
RSS

80 Pemuda Perbatasan Indonesia- Malaysia di Kabupaten Nunukan Ikut Pelatihan Wirausaha Utama

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Sebanyak 80 orang pemuda di perbatasan Indonesia- Malaysia di Kabupaten Nunukan mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan wirausaha.

 Pelatihan yang digelar Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah itu diikuti para pengangguran hingga mahasiswa dengan harapan setelahnya bisa memberdayakan potensi kelautan yang cukup menjanjikan di Kabupaten Nunukan.

Muhammad Zainuddin, pelaksana pelatihan menyebutkan, selain diberikan ilmu marketing, para peserta dibekali manajemen keuangan dan mengolah sumber daya alam Nunukan sebagai peluang bisnis.

"Kami fokus untuk pembekalan wira usaha dulu. Outputnya nanti secara tidak langsung mengurangi pengangguran. Kalau memang setelah ini peserta mempraktekkan ilmunya," ujarnya.

Pelatihan yang diberikan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan yang dipelopori Komunitas Perempuan Mandiri Perbatasan (KPMP) Kabupaten Nunukan. Selama mengikuti pelatihan, para peserta terbagi menjadi dua kelompok. "Satu kelompok pengolahan ikan bandeng dan satu kelompok pengolahan rumput laut," ujarnya.

Ketua KPMP Kabupaten Nunukan, Eva Rumengan menyebutkan, pelatihan wira usaha ini melibatkan dua usaha kecil menengah yakni Dapur Karima dan Maju Bersama. Keduanya bergerak pada bidang pengolahan makanan berbahan dasar rumput laut. Peserta juga melihat langsung budi daya dan pemanfaatan ikan bandeng.

Pelatihan ini fokus pada bidang kelautan dengan mempertimbangkan topografi Nunukan sebagai pulau. "KPMP mengajarkan cara membuka tambak atau empang juga budi daya serta pengolahan rumput laut yang merupakan komoditi andalan Nunukan," ujarnya.

Setelah pelatihan ini, kata dia, akan dilakukan pelatihan terhadap 80 pemuda lainnya. "Kegiatan kami tidak berhenti. Tindaklanjutnya nanti mereka akan mendapatkan modal usaha untuk mengaplikasikan semua yang dilatih hari ini," ujarnya.

Pihaknya juga berharap, dari pelatihan ini akan menciptakan pemuda yang lebih inovatif dan mengerti dunia usaha. "Lalu terjun langsung sebagai pengusaha. Lebih bagus kalau bisa membuka lapangan pekerjaan. Semoga bisa!" ujarnya.

Pihaknya berupaya memberikan solusi terhadap kondisi defisit di Kabupaten Nunukan. Kondisi ini berpengaruh pada kelesuan ekonomi akibat nihilnya lapangan pekerjaan.

Dia memastikan, KPMP yang beranggotakan 19 perempuan akademisi sering menelurkan banyak ide dari akar rumput. Komunitas inipun menggandeng pihak kementerian untuk mengubah cara pandang masyarakat, agar selalu optimistis dan berjuang menjadi mandiri.

Pelatihan serupa juga sudah digelar sebelumnya oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah di Kalimantan Utara. Para peserta pelatihan itu dimagangkan berbarengan dengan peserta dari lima provinsi lainnya.

"Sejauh ini kementerian telah memagangkan 500 peserta asal 5 provinsi. Kami mencoba agar ini berkelanjutan. Kemungkinan sampai ada keluar modal usaha untuk para peserta," kata Zainuddin. (*)

Terakhir dimodifikasi padaSelasa, 15 Agustus 2017 10:56
Info for bonus Review William Hill here.