Menu
RSS

Antusiasme Pegawai BNPP Terhadap Pengelolaan Kearsipan Utama

Segenap pegawai Humas, TU, Kepegawaian Umum Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) begitu antusias mengikuti Rapat Fasilitasi Dukungan Ketatausahaan dan Pengelolaan Kearsipan yang diadakan di Jakarta, Kamis (23/11/2017).

 

 

Kepala Bagian Humas dan Tata Usaha Pimpinan BNPP, Andri Indrawan, pada kesempatan ini mengucapkan apresiasi kepada peserta, baik dari BNPP maupun Kemendagri, yang sudah berpartisipasi dalam rapat ini. Kedepannya, peserta diharap dapat mengimplementasikan tugas pokok masing-masing untuk mendukung pelayanan yang lebih baik.

 

"Adanya e-Arsip aparatur pemerintah terutama pimpinan BNPP dapat mempersiapkan diri menghadapi kemajuan teknologi. Semua level, staf maupun pimpinan, bisa mempersiapkan diri menghadapi kemajuan teknologi," kata dia.

 

Saat sesi tanya jawab, antusiasme terlihat dari sejumlah pertanyaan seputar pengelolaan kearsipan terkait Teknologi Informasi Komunikasi (TIK), yang diajukan ke narasumber yang hadir.

 

Pertanyaan yang diajukan oleh jajaran pegawai salah satunya adalah amrullah dari Asdep Potensi Kawasan Perbatasan (potensi darat). Dia menanyakan belum adanya expo ke publik dalam urusan pemerintahan maupun swasta, serta pentingnya arsip dalam pelaksanaan pemerintahan yang ada di BNPP.

 

"Dalam pelaksanaan expo ke public memang sudah kita lakukan karena ada bidang yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan expo tersebut, sering kita melaksanakan expo tentang kearsipan sayangnya belum ada yang melirik dalam pengelolaan arsip tersebut," demikian tanggapan dari Kabid Pengelolaan Perangkat TIK dan SI Pusat Data dan Informasi Arsip Nasional, Suryana.

 

Selain itu, persoalan e-office  yang sampai saat ini belum berjalan di Kementerian/Lembaga menjadi fokus pertanyaan peserta berikutnya. Padahal, menurut dia, e-Arsip merupakan pilot project dari ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia) alias pemerintah sendiri.

 

Suryana kemudian merespon dengan berterima kasih dengan masukan (pertanyaan) yang diajukan, dan memastikan bahwa sudah ada fungsionalitas mengenai kearsipan. Hanya saja, masa aktif dari arsip memiliki jangka waktu dalam pemusnahan. Masukkan ini dikatakan menjadi koreksi untuk ANRI dalam pengelolaan arsip agar pelaksanaan teknisnya bisa dilakukan lebih baik lagi.

 

kemudian, peserta lain ingin mengetahui bagaiman jika ada kasus hilangnya surat (arsip) asli, karena pada setiap ke-biro-an/ bagian mengirim arsip fotocopy.

 

Arsiparis madya ANRI, Sutiana, menjelaskan, dalam penyimpanan arsip biasanya yang dilakukan adalah dengan menggunakan outner, dimana dalam hal ini yang harusnya tidak boleh dilubang tetapi kenyataannya di lubang.

 

"Nah ada pengecualian ketika arsip yang dilubangi tidak mengenai tulisan serta dengan adanya kode verifikasi. Dalam hal ini untuk arsip yang fc maka dalam hal tersebut yang harus dilakukan adanya kode verifikasi atau dengan adanya otentik/legalisasi  dari surat tersebut," kata dia.

 

Berbagai reaksi dan tanggapan tadi merupakan bagian dari kesiapan pelayanan pegawai BNPP mendukung Ketatausahaan dan Pengelolaan Kearsipan, khususnya di dunia digital.

 

 

Suasana rapat berlangsung penuh kekeluargaan. Nara sumber dan pegawai (peserta rapat) nampak cair melalui interaksi satu sama lain.

Terakhir dimodifikasi padaSenin, 04 Desember 2017 15:59
Info for bonus Review William Hill here.