Menu
RSS

RI-Timor Leste Kerjasama Pengelolaan DAS Perbatasan Utama

RI-Timor Leste Kerjasama Pengelolaan DAS Perbatasan RI-Timor Leste Kerjasama Pengelolaan DAS Perbatasan

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, akan bekerjasama sektor kehutanan, salah satu pengelolaan 10 daerah aliran sungai (DAS) di perbatasan dengan Pemerintah Timor Leste.  Senin (24/8/15), Siti Nurbaya Bakar, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menerima kunjungan kenegaraan dari Menteri Negara Koordinator Ekonomi sekaligus Menteri Pertanian dan Perikanan Timor Leste, Estanislau Aleixo Da Szilva, membahas kerja sama ini.

“Ini kunjungan balasan ketika Menteri Siti datang ke Timor Leste akhir Juli lalu.  Ini untuk menandatangani nota kesepahaman mengenai kehutanan. Utama bidang pengelolaan DAS antarnegara,” kata Da Silva saat jumpa pers di Jakarta, Senin (24/8/15).
Siti menyerahkan bantuan 50.000 bibit kayu komersil dan buah-buahan. Bibit-bibit itu ditanam tersebar di Timor Leste dari Yayasan Budiasi di Licuisa.
Da Silva mengatakan, Timor Leste, konsen soal hutan dan perubahan iklim. Meski termasuk negara kecil, mereka sebisa mungkin berkontribusi dalam menurunkan emisi.
Dalam kunjungan  ini, Da Silva beserta rombongan akan mendatangi beberapa tempat, seperti CIFOR, Pusdiklat Sumber Daya Manusia KLHK, Kebun Raya dan Taman Safari di Bogor.
Adapun, 10 DAS yang akan dikelola bersama seperti, DAS Daikan Oepotis, Tafara, Oebase, Besi, Babulu, Meto, Ekat, Talau, Mena dan Kobalima. DAS masuk Indonesia 183.711 hektar (39,37%), dan Timor Leste 282.871 hektar (60,63%). Total luas 10 DAS 466.582 hektar.
“Kalau pengelolaan DAS standar berdasarkan ilmu dan teknologi. Bagian hulu di kita, hilir di mereka (Timor Leste), begitupun sebaliknya. Saat ini kondisi 10 DAS belum baik. Akan identifikasi bersama-sama,” kata Menteri LHK, Siti Nurbaya.
Tahun 2015, penyusunan rencana dimulai dengan mengumpulkan data dan informasi DAS Talau, Ekat dan Babulu.
Eka W. Soegiri, Kepala Humas KLHK mengatakan, dalam aturan mengamanatkan penyusunan DAS lintas negara ditarik ke pusat.
“Harus dikelola bersama karena ada dampak. Kalau hanya Indonesia, tak akan berhasil. DAS kalau mau sehat harus dipelihara dari ujung kepala sampai kaki.”

Kerjasama riset dan diklat
Kerjasama dengan Timor Leste juga menyangkut pengembangan  riset dan diklat. Kerjasama juga menyangkut antisipasi perdagangan kayu ilegal, tumbuhan dan satwa liar.
“Dia  hadir untuk memetik pelajaran dari kita. Petik riset yang baik-baik kehutanan, pertanian perikanan juga kelautan. Juga minta dibantu mendirikan kebun raya. Akan berkunjung ke Kebun Raya juga Taman safari. Juga lihat sistem agroforestri di Megamendung Bogor. Disana banyak pegunungan yang ingin dipelajari. Bagaimana interaksi dengan masyarakat. Terasering, argoforestri dan lain-lain.”
Saat ini, ada sekitar 4.000 mahasiswa Timor Leste di Indonesia, 1300 di UGM. Ada pelajar training di KLHK lebih 100 orang, 89 orang sudah lulus.


Sumber : http://www.mongabay.co.id/2015/08/24/ri-timor-leste-kerjasama-pengelolaan-das-perbatasan/

Terakhir dimodifikasi padaRabu, 30 September 2015 16:46
Info for bonus Review William Hill here.