Menu
RSS

Tahu Nggak Sih Tahapan Mekanisme Pelintas di PLBN? Yuk Simak.. Utama

Suasana Pemeriksaan Pelintas di PLBN Entikong, Sanggau, kalimantan Barat Suasana Pemeriksaan Pelintas di PLBN Entikong, Sanggau, kalimantan Barat

BNPP - Pos Lintas Batas Negara (PLBN) merupakan pos perlintasan barang maupun orang yang ada di sejumlah wilayah perbatasan Negara Kesatuan republik Indonesia. Melalui payung hukum UU 43/2008 tentang Wilayah Negara, Perpres 12/2010 tentang Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan Inpres 6/2015 tentang Percepatan Pembangunan 7 (tujuh) Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan, maka 'di-poles-lah' rupa wilayah perbatasan atas koordinasi BNPP terhadap Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait.

 

Menjadikan wajah perbatasan yang indah sebagai beranda terdepan merupakan wujud dari Nawacita ke-3 pemerintahan Jokowi-JK, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Maka, 7 PLBN yang ada di sejumlah wilayah perbatasan yaitu PLBN Entikong, PLBN Badau, dan PLBN Aruk (Kalimantan Barat), PLBN Motaain, PLBN Motamasin, dan PLBN Wini (Nusa Tenggara Timur) dan PLBN Skouw (Provinsi Papua), 'di-make over' sehingga nampak indah, cantik dan diminati. 

Lalu, bagaimana mekanisme pelintas, baik barang maupun orang, yang keluar dan masuk PLBN?  Ada 3 kategori yang diharuskan mengikuti tahapan mekanisme layanan CIQS (standar sistem manajemen mutu jaringan akses) kedatangan dan keberangkatan di 7 Pos Lintas Batas Negara kita, yaitu kargo (barang), angkutan umum bus atau kendaraan pribadi dan pejalan kaki. 

Dimulai dari mekanisme kedatangan kategori kargo. Truk pengangkut kargo memasuki gedung pemeriksaan terpadu khusus truk. Disini truk akan melewati carwash terlebih dahulu lalu masuk ke jembatan penimbang kendaraan. Selesai dari situ, memasuki pos imigrasi untuk  diperiksa kelengkapan identitas seperti pasport kemudian lanjut ke penindai x-ray. Setelah lulus dari itu semua, truk diparkir di tempat pemeriksaan terpadu.

Lanjut ke tahapan mekanisme kedatangan kategori angkutan umum atau kendaraan pribadi. Untuk kendaraan pribadi maupun angkutan umum, dalam hal ini bus, hanya melewati satu tahapan yaitu sopir melapor di petugas loket pemeriksaan imigrasi. Sebagai catatan, bagi bus yang tidak melanjutkan perjalanan tak perlu melapor ke loket pemeriksaan imigrasi. 

Terakhir, mekanisme kedatangan untuk kategori pejalan kaki. Tahap pertama, pejalan kaki diperiksa terlebih dahulu di  pos karantina kesehatan. Bila ditemukan indikasi panas tinggi, dibawa ke ruang karantina kesehatan untuk diperiksa. Jika kemudian hasil pemeriksaan mengidentifikasi ada penyakit berbahaya, orang tersebut dimasukkan dalam ruang isolasi lalu dirujuk ke tempat layanan kesehatan.

Bagi pelintas (pejalan kaki) yang membawa hewan atau tumbuhan, harus melalui pemeriksaan dan dikarantina (hewan dan tumbuhannya). Setelah itu, memasuki pos pemeriksaan imigrasi untuk menunjukkan identitas paspor dan berlanjut ke pemeriksaan bea cukai.

Sedikit berbeda, mekanisme layanan keberangkatan untuk kategori kargo, sopir pengangkut barang cukup melapor petugas imigrasi dan bea cukai lalu melanjutkan perjalanan. Nah, mekanisme keberangkatan untuk kategori kendaraan pribadi dan angkutan umum bus, sama seperti mekanisme kedatangan. 

Sementara, mekanisme keberangkatan bagi pejalan kaki juga diawali melalui karantina kesehatan, lanjut ke pemeriksaan X-ray bea cukai, dan terakhir pemeriksaan pasport di pos imigrasi. Demikian mekanisme layanan kedatangan dan keberangkatan di 7 PLBN yang sekarang penampakannya sudah 'kinclong' dan penuh daya tarik. Semoga bermanfaat :)

 

(Humas BNPP)

Terakhir dimodifikasi padaJumat, 12 Januari 2018 15:46
Info for bonus Review William Hill here.