Menu
RSS

Permasalahan di Perbatasan Sangat Kompleks, Tidak Bisa Dikerjakan Tanpa Koordinasi Utama

Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tjahjo Kumolo Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tjahjo Kumolo

BNPP - Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tjahjo Kumolo minta Pejabat Eselon I di BNPP untuk aktif berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait. Ia menekankan demikian sebab pembangunan di kawasan perbatasan negara sangat kompleks, tidak bisa dikerjakan tanpa koordinasi dengan instansi terkait. 

"Saya mohon dari Eselon I BNPP terus berkoordinasi dengan Pejabat Eselon I Kementerian/Lembaga, karena Eselon I Kementerian/Lembaga tidak hanya mengurusi perbatasan saja, tapi mengurusi semua aspek (perbatasan) dan ini akan mempercepat prosesnya," tegasnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2017 dan Penajaman Program Prioritas Tahun 2018 (BNPP) di Jakarta, Rabu (16/01/2018).

Tjahjo yang juga Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengungkapkan, dalam beberapa kali kunjungannya ke daerah perbatasan mendapati permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Di sisi lain, ada permasalahan yang sebetulnya tidak terlalu mendesak untuk direalisasikan. 

Ia mencontohkan permasalahan yang dihadapi masyarakat di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Dimana problem utama yang dihadapi masyarakat adalah masalah listrik. Kebutuhan dasar masyarakat itu selama ini memanfaatkan pasokan listrik dari negara tetangga, Malaysia. 

"Listrik (Entikong) itu lebih murah kalau beli dari Malaysia daripada dari negara kita. Ini sesuatu hal yang perlu kita dicermati. Forum koordinasi ini untuk lebih memfokuskan, anggaran tahun ini setidaknya infrastruktur ekonomi dan sosial harus sudah selesai semua," jelas Tjahjo. 

Kemudian di perbatasan Nusa Tenggara Timur dengan Timor Leste, dibangun sebuah terminal besar yang ternyata tidak membawa manfaat banyak bagi masyarakat setempat. Dengan kata lain, kata dia, perencanaan yang dilakukan tidak dilaksanakan dengan baik.

"Di Atambua, kenapa tiga tahun lalu dibangun terminal bus yang begitu megah, padahal selama ini tidak ada bus yang parkir?," katanya. 

Permasalahan lain yang sebenarnya perlu mendapatkan penanganan serius, lanjut Tjahjo, yakni perbatasan di Kepulauan Riau yang diketahui banyak jalur tikus. Melalui jalur itu pula banyak kegiatan ilegal dilakukan masyarakat, dari penyelundupan rokok hingga narkoba. Berikut berbagai permasalahan di perbatasan lain. 

Menurut Kepala BNPP, permasalahan yang muncul tersebut dapat dieliminasi dengan adanya koordinasi dan perencanaan terpadu dengan K/L. "Perencanaan ke depan harus mulai padu," demikian Tjahjo Kumolo. (Humas BNPP)

Info for bonus Review William Hill here.