Menu
RSS

Dukung Ekonomi di Perbatasan, Kemendag Akan Bangun 1.542 Pasar Utama

Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Perdagangan, Suhanto Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Perdagangan, Suhanto

BNPP - Kementerian Perdagangan (Kemendag) turut berperan aktif dalam mewujudkan program Nawacita Presiden dan Wakil Presiden RI, Joko Widodo-Jusuf Kalla, khususnya Nawacita ke-3 yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Seiring itu pula, dalam memperbaiki kesejahteraan dan pembangunan di daerah pinggirian (wilayah perbatasasn), Kemendag membangun serta merevitalisasi pasar di sejumlah kabupaten yang ditentukan menjadi lokasi prioritas.

"Arah kebijakan mempercepat pembangunan kawasan perbatasan negara sebagai pintu gerbang aktivitas ekonomi dan perdagangan dengan negara tetangga secara terintegrasi dan berwawasan lingkungan," ucap Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Perdagangan, Suhanto, saat Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Pengelolaan Perbatasan Negara, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), belum lama ini.

Salah satu yang menjadi fokus dalam roadmap program Kemendag di wilayah perbatasan yaitu pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat. Pada tahun 2017, sebanyak 857 unit pasar yang dibangun maupun direvitalisasi di sejumlah kabupaten wilayah perbatasan. Sementara, pada 2018 ini akan dibangun 1.542 unit pasar (termasuk revitalisasi) di sejumlah kabupaten.

"Yang jadi prioritas daerah untuk dibangun/direvitalisasi adalah pasar yang usianya 25 tahun keatas, pasar yang mengalami bencana (kebakaran, pasca bencana alam, pasca konflik sosial), pasar yang merupakan pusat atau jalur distribusi, pasar sabuk niaga, pasar komoditi spesifik, serta pasar yang belum memiliki bangunan utama (masih darurat)," terangnya.

Realisasi pembangunan maupun revitalisasi pasar di wilayah perbatasan pada tahun 2017 dilakukan di 34 kabupaten yang tersebar di sejumlah provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua.

Informasi tambahan, berdasarkan Peraturan Kepala Badan Nsional Pengelola Perbatasan nomor  3 Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2018, Kemendag akan membangun atau merevitalisasi pasar di Aceh Besar (Aceh), Serdang Bedagai (Sumut), Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Pelalawan (Riau), Karimun, Batam, Bintan, Kep Anambas, Natuna (Kepulauan Riau), Bengkayang, Kapuas Hulu, Sambas, Sanggau, Sintang (Kalimantan Barat).

Kemudian di Berau, Mahakam Ulu (Kalimantan Timur), Malinau, Nunukan (Kalimantan Utara), Kupang, Timor Tengah Utara, Belu, Malaka, Rote Ndao, Alor, Sabu Raijua (Nusa Tenggara Timur), Kep Sangihe, Kep Talaud (Sulawesi Utara), Maluku Barat Daya, Maluku Tenggara Barat, Kepulauan Aru (Maluku), Kepulauan Morotai (Maluku Utara),  Supiori, Keerom, Pegunungan Bintang, Bovendigoel, Merauke, Jayapura (Papua), Raja Ampat (Papua Barat)

Untuk diketahui, di sekitaran 7 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang ada di Entikong, Badau, Aruk (Kalimantan Barat), Motaain, Motamasin,  Wini (Nusa Tenggara Timur) dan Skouw (Papua), kedepannya juga akan dibangun fasos dan fasum yang salah satunya pasar. Pasar diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi warga perbatasan, serta mendukung PLBN jadi pusat ekonomi kawasan. 

 

 

(Humas BNPP)

 

Info for bonus Review William Hill here.