Menu
RSS

Perhatikan Wilayah Perbatasan, Pj Gubernur Kalbar Koordinasi dengan Pihak Terkait Utama

Pj Gubernur Kalimantan  Barat Dody Riyadmaji Pj Gubernur Kalimantan Barat Dody Riyadmaji

BNPP - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat Dodi Riyadmaji menegaskan bahwa dirinya menjalankan fungsi koordinasi dan kerjasama dengan sejumlah pihak, terkait pembangunan dan kesejahteraan warga di Kalimantan Barat (Kalbar).

Termasuk, memberi perhatian terhadap sejumlah wilayah perbatasan yang dinilai strategis oleh Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tjahjo Kumolo, yaitu Entikong, Badau dan Aruk.

"Sesuai arahan Pak Menteri/Ketua BNPP, kami memberi perhatian juga terhadap wilayah perbatasan di Kalbar. Tentunya dengan berkoordinasi dengan pihak terkait dan warga disana," kata Dodi, Selasa (12/2).

Pihaknya selalu memonitor potensi-potensi yang dimiliki warga di wilayah perbatasan Kalbar untuk nantinya dikembangkan melalui koordinasi yang dilakukan oleh BNPP dengan K/L terkait, termasuk dukungan penyelesaian masalah perbatasan dengan negara tetangga, Malaysia.

"Kami melakukan pendekatan dengan warga dan tokoh masyarakat serta tokoh adat setempat untuk membangun ekonomi masyarakat perbatasan, termasuk juga di Pos Lintas Batas Negara (PLBN)," ujar Dodi.

Dirinya juga bersinergi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov Kalbar berikut anggota DPRD setempat selama menjalankan jabatan Pj Gubernur, hingga terpilih Gubernur dan Wakil Gubernur definitif di Pilkada 2018 yang berlangsung pada pertengahan tahun ini.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berpesan kepada Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat Dodi Riyadmaji yang menggantikan Gubernur dan Wakil Gubernur, Cornelis MH-Christiandy, agar mengunjungi sejumlah lokasi strategis di perbatasan yang ada di Kalimantan Barat (Kalbar).

"Kalbar tadi disampaikan setengah kali (lebih kecil) dari Pulau Jawa, potensi Sumber Daya Manusia (SDM) luar biasa, berdekatan dengan beberapa perbatasan yang sangat strategis, ada Entikong, Badau, Aruk. Saya kira ini juga harus dikunjungi, koordinasikan dengan baik," kata Tjahjo beberapa waktu lalu.

Terkait persoalan dan pengelolaan di wilayah perbatasan, mantan Gubernur Kalbar, Cornelis, mengaku bahwa pengelolaan dan pembangunan wilayah perbatasan di era pemerintahan sekarang sudah lebih baik.

"Lebih serius perhatiannya di jaman Jokowi. Ini tinggal bagaimana penyelesaiannya (masalah perbatasan dengan negara tetangga), mudah-mudahan 2018 selesai dan ada pembicaraan antar kepala  negara," katanya.

Kemudian, nantinya bisa tumbuh ekonomi baru atau industri, termasuk pembangunan sarana dan prasarana di lingkungan sekitar Pos Lintas Batas Negara (PLBN), meski masih membutuhkan waktu.

Diketahui, pejabat Kemendagri Dodi Riyadmaji mengisi kekosongan jabatan kepala daerah di Kalbar setelah pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar (periode 2013-2018), Cornelis MH-Christiandy, habis masa jabatannya pada 14 Januari 2018 lalu.

Terakhir dimodifikasi padaRabu, 14 Februari 2018 11:41
Info for bonus Review William Hill here.