Menu
RSS
Sabtu, 19 September 2015 00:00

BNPP Gelar Festival Budaya Nusantara Kawasan Perbatasan

Ditulis oleh 
Berikan rating
(1 Vote)

Batasnegeri.com – Berbagai kesenian dan kebudayaan dari beberapa provinsi Indonesia yang berbatasan dengan negara tetangga dihadirkan dalam acara Festival Budaya Nusantara Kawasan Perbatasan Negara 2015. Festival ini digelar di Gedung Pewayangan, TMII, Jakarta Timur, Kamis (17/09/2015) dalam ranka HUT ke-5 Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

Plh.Sekretaris BNPP Eko Subowo (mewakili  Ketua BNPP/ Menteri Dalam Negeri Thahjo Kumolo) secara resmi membuka festival yang digelar untuk menggali, memelihara, memperkuat dan mempromosikan nilai dan produk sosial budaya perbatasan sebagai kekuatan bangsa Indonesia ini.
Beberapa provinsi yang memiliki potensi pariwisata budaya mengirimkan tim kesenian, seperti Aceh, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua, dan Nusa Tenggara Timur.
Gelaran Festival ini diawali dengan tarian Cokek asal Betawi dan tari Saman dari Aceh.Wilayah Serambi Mekah ini juga menampilkan tarian Galeng. Sementara tim kesenian dari Kalimantan menampilkan sebuah tarian dengan nama “Jaga Tana Indonesia”. Tarian yang ditata oleh Tanyith Aluy dan Bulan Balan ini bercerita tentang perebutan wilayah perbatasan. Kelompok yang satu membela Indonesia, sementara kelompok lainnya membela Malaysia, padahal mereka berasal memiliki turunan darah yang sama, yaitu keturunan Dayak.
Tim kesenian dari NTT yang diwakili oleh Kabupaten Belu dan Malaka menampilkan tarian modifikasi Likurai dan Benenain Funan Malaka. Tarian ini bercerita tentang penghormatan terhadap Raja Timor yang adalah seorang Perempuan.  Sementara dari Papua menampilkan tarian Mandepo Bajo dan Woo, sebuah tarian penjemputan kepala suku.
Plh.Sekretaris BNPP Eko Subowo dalam sambutannya mengharapkan, melalui even ini dapat meningkatkan kesejahteraan melalui pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Disisi lain, memiliki entensitas dan jatidiri yang ampuh berperan sebagai pagar hidup bangsa di tapal batas negara. Karena Eksistensi masyarakat di perbatasan terlihat dari upaya mereka menjaga ideologi negara dan wawasan kebangsaan melalui tekad mereka untuk terus melestarikan kebudayaan warisan leluhur.
“Sembilan agenda prioritas nawa cita adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka NKRI, tujuannya untuk melindungi kepentingan nasional di kawasan perbatasan,” teranya. [Iren & Riky]

dibaca 1237 kali Terakhir dimodifikasi pada Rabu, 30 September 2015 14:39
Info for bonus Review William Hill here.