Menu
RSS

Bina Kawasan di Perbatasan, Pemerintah Libatkan Santri & Mahasiswa Utama

Salah satu kegiatan santri di pondok pesantren di perbatasan (Republika) Salah satu kegiatan santri di pondok pesantren di perbatasan (Republika)

BNPP - Kementerian Agama (Kemenag) sejak tahun 2017 telah mengembangkan Program Bina Kawasan pada wilayah perbatasan dan tertinggal, terdepan, terluar (3T). Tahun ini, Kemenag berencana menerjunkan para mahasiswa penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) untuk terlibat di dalamnya.

Plt Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Imam Safei mengatakan, sudah waktunya menerjunkan mahasiswa PBSB untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di perbatasan dan 3T. Mereka yang tergabung dalam Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSS MORA) perlu diberi ruang pengabdian yang lebih luas pada wilayah-wilayah yang membutuhkan.

"KKN di wilayah perbatasan dan 3T akan dilakukan secara kolaboratif dari setiap jurusan dan perguruan tinggi. Mereka akan mengembangkan masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan mereka," kata Imam saat membuka Koordinasi PBSB dengan Perguruan Tinggi Mitra di Bandung, Rabu (28/2).

KKN di wilayah perbatasan ini sekaligus juga agar mahasiswa turut mengajarkan pelajaran agama Islam sebagai perwakilan dari kiprah pesantren. Mahasiswa PBSB ditekankan dia mempunyai peluang untuk turut serta dalam program bina kawasan. Bahkan hal ini dirasa sangat memungkinkan sebagai bentuk pengabdian mereka.

"Kita harus mendorong CSS MORA KKN di wilayah perbatasan dan tertinggal. Kita memiliki program di wilayah 3T. Program ini bisa disinergikan dengan program yang sudah ada," ucap Imam yang sudah lebih dulu berperan dalam program serupa dengan mengirimkan guru pendidikan agama Islam.

Mahasiswa PBSB yang merupakan santri pondok pesantren dipercaya memiliki kemandirian, keterampilan, mampu berbaur dengan masyarakat. Apalagi, mereka juga memiliki wawasan keagamaan (mutafaqqih fiddin), spirit bela negara yang akan mampu menghargai kemajemukan dan perbedaan sebagai upaya menjaga kerukunan umat beragama.

"Peran CSS MORA melalui KKN di wilayah perbatasan, diharapkan dapat menularkan pengetahuan dan teknologi, selain penerapan nilai-nilai luhur jati diri, karakter dan budaya bangsa dalam rangka memantapkan landasan spiritual, moral dan etika pembangunan," tutupnya.

Terakhir dimodifikasi padaMinggu, 04 Maret 2018 02:46
Info for bonus Review William Hill here.