Menu
RSS

Pokli BNPP Dorong Modernisasi Dalam Pengamanan Wilayah Perbatasan Utama

Koordinator Pokli BNPP Max Pohan (ketiga dari kiri) dan Sekretaris Pokli Marto Bardosono (kedua dari kanan) Koordinator Pokli BNPP Max Pohan (ketiga dari kiri) dan Sekretaris Pokli Marto Bardosono (kedua dari kanan)

BNPP - Koordinator Kelompok Ahli Badan Nasional Pengelola Perbatasan (Pokli BNPP) Max Pohan menyebutkan bahwa security approach (keamanan) dan prosperity approach (kesejahteraan) merupakan kebijakan dalam pengelolaan wilayah perbatasan.

 

Menurut dia, dua pendekatan itu merupakan cara efektif mempercepat pembangunan dalam rangka menjadikan wilayah perbatasan sebagai beranda NKRI yang aman, nyaman dan indah dilihat.

"Perbatasan dalam kebijakan yang ada sekarang ada dua, security dan prosperity approach. Hal ini selain untuk mengamankan wilayah, juga untuk menyejahterakan warga di perbatasan. Tidak seperti sebelum reformasi dimana perbatasan terlihat gelap," kata Max saat  pertemuan pembahasan program kegiatan bersama BNPP dengan pihak kepolisian, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/3).

Persoalan di perbatasan, kata dia, tak hanya soal pengamanan di lintas batas, melainkan juga persoalan sosial yang harus diatasi seluruh pihak terkait. Untuk itu diperlukan upaya maksimal agar warga di perbatasan merasa lebih diperhatikan serta bersinergi dengan stekeholder yang menangani perbatasan.

Pihaknya juga menyoroti soal keterbatasan aparat keamanan dalam menjalankan tugasnya di perbatasan. Diperlukan electronic surveillance (kegiatan pengawasan rutin dengan menggunakan peralatan elektronik) untuk memaksimalkan kinerja personel kepolisian.

"Pemikiran kita baru-baru ini juga mudah-mudahan electronic surveillance bisa dibangun. Kita perlu aparat polri yang modern kedepan sehingga bisa mencegah kejahatan dunia yang semakin canggih. kejahatan-kejahatan sekarang sudah luar biasa melalui perbatasan. Ini barangkali yang bisa ditindaklanjuti," ucap dia.

Sekretaris Pokli Marto Bardosono menambahkan bahwa electronic surveillance akan memaksimalkan pengamanan, dalam hal ini monitoring dan evaluasi. Segala macam tindak kriminal yang ada di perbatasan pun diharapkan kedepannya lebih mudah dideteksi. 

"Sesungguhnya kita tetap ingin memonitor, evaluasi, 7 PLBN yang diantaranya tadi juga jalan tikus, ditambah narkoba dan lain-lain. Belum lagi di Pulau-pulau Kecil Terluar (PPKT) sangat mudah untuk akses keluar masuk. Mudah-mudahan antara BNPP dengan Polri makin erat hubungannya, seperti tadi dikatakan kita harus kerja sama-sama," kata Marto. (Humas BNPP)

Info for bonus Review William Hill here.