Menu
RSS

Gandeng BNPP, FKUI Gelar 'Berbagi di Perbatasan Negeri' Utama

Audiensi FKUI dengan Wakil Bupati Sambas Audiensi FKUI dengan Wakil Bupati Sambas

BNPP - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengadakan program pelayanan dan pengabdian masyarakat di wilayah perbatasan yaitu di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas (Kalimantan Barat) pada 8-15 April 2018 mendatang.

 

Program bertajuk 'Berbagi di Perbatasan Negeri' ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di daerah tertinggal dan wilayah perbatasan. 

Desa Temajuk merupakan satu-satunya desa di Kecamatan Paloh, Kab. Sambas, Kalimantan Barat, yang berbatasan langsung dengan wilayah Serawak, Malaysia. Desa Temajuk memiliki luas sebesar 230 km2 dengan jumlah penduduk 1909 orang (tingkat kepadatan sebesar 8 jiwa/km2), membawahi 3 dusun, 6 RW, dan 16 RT.

Di Kecamatan Paloh hanya terdapat satu Puskesmas dan tiga orang dokter yang terdapat di Desa Nibung. Di Desa Temajuk sendiri hanya terdapat satu puskesmas pembantu dan satu dokter umum kontrak, tiga perawat dan dua bidan. Di Kecamatan Paloh, tenaga kesehatan terbanyak adalah Bidan dengan dua insiden penyakit menular tertinggi berupa diare dan tuberculosis. 

"Desa Temajuk memiliki sarana pendidikan yang cukup lengkap, meskipun tidak terlalu banyak, yaitu 1 TK, 2 SD Negeri, 1 SLTP Negeri, dan 1 SMA Negeri," dikutip dari laman http://ukk.fk.ui.ac.id/campaign/ , Jumat (23/3).

Kabupaten Sambas juga menjadi penyumbang  angka kematian terbesar (neonatal), lalu diikuti dengan kematian bayi. Terdapat juga peningkatan kasus kematian ibu  yaitu 13 kasus pada 2014 dan 22 kasus pada tahun 2015.

Dituliskan pada laman, beberapa penyakit menular dan gizi buruk pada bayi di Kabupaten Sambas memerlukan perhatian khusus. Berdasarkan gambaran profil dan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Sambas, ditemui indikator-indikator yang perlu menjadi perhatian karena mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya (maupun masih di bawah rata-rata nasional), dan juga sangat jauh jika dibandingkan dengan negara tetangga. 

Maka dari itu, diperlukan intervensi dan juga program yang direncanakan secara matang untuk menyusul ketertinggalan ini. Beberapa program intervensi yang akan dilakukan adalah senam sehat, penyuluhan, pengobatan gratis, pelatihan kader dan audiensi serta advokasi dengan pemerintah daerah setempat.

FKUI dalam pelaksanaan programnya menggandeng Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) selaku pengelola  wilayah  perbatasan negara. Diketahui, terdapat 187 kecamatan yang menjadi lokasi prioritas (Lokpri) di 41 Kabupaten/Kota (13 Provinsi), yang sudah, sedang dan akan dibangun infrastruktur serta sarana prasarana kebutuhan dasar. (Humas BNPP)

 

Terakhir dimodifikasi padaSenin, 26 Maret 2018 16:30
Info for bonus Review William Hill here.