Menu
RSS

BNPP Soroti Potensi Pulau Kecil di Lombok Barat Utama

Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Boytenjuri Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Boytenjuri

BNPP - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) menggelar pertemuan bersama sejumlah kementerian/lembaga (K/L) terkait potensi di satu pulau kecil di Lombok Barat (Nusa Tenggara Barat) yang belum berpenghuni, yaitu Pulau Gili Sepatang (Sophialouisa).

 

Pulau Sepatang merupakan salah satu dari sekian Pulau-pulau Kecil Terluar (PPKT) yang ada di Nusa Tenggara Barat. Posisinya berada di Samudra Hindia dan berbatasan langsung dengan Australia.

"Pada hari ini kita mendatangkan K/L sehingga penanganan yang diharapkan dari Lombok Barat (NTB) bisa kita tangani bersama. Ini yang bisa saya sampaikan sehingga jadi referensi awal dan kita bisa memahami tugas lebih lanjut penanganan PPKT maupun wilayah perbatasan," ujar Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Boytenjuri saat Rakor Pengelolaan Pulau-pulau Kecil Terluar, di Jakarta, Selasa (3/4).

Boy menjelaskan, kawasan perbatasan laut (termasuk PPKT) memiliki potensi sumber daya alam yang besar, baik di darat maupun di laut. Namun, potensi ini belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat sehingga kondisi sosial ekonomi masyarakat perbatasan masih rendah. Masyarakat kawasan perbatasan laut, kata dia, memiliki interaksi sosial ekonomi dengan masyarakat negara tetangga, seperti Indonesia-Philipina, Indonesia-Malaysia, dan Indonesia-Timor Leste.  

"Kawasan perbatasan masih menghadapi berbagai permasalahan mendasar, seperti keterbatasan infrastruktur dasar, transportasi, komunikasi dan informasi, sarana prasarana ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Kawasan perbatasan rentan terhadap berbagai potensi ancaman kejahatan lintas negara, seperti penyelundupan, human traficking, narkoba, dan pencurian ikan," ucapnya.

Dia juga menyebutkan bahwa berdasarkan Keppres No 6/2017 Tentang Penetapan Pulau-pulau Kecil Terluar, terdapat 111 Pulau Kecil Terluar yang tersebar dari ujung Sumatera hingga Papua. Terdapat juga 12 Pulau-pulau Kecil Terluar (PPKT) yang perlu mendapatkan perhatian khusus, yaitu Pulau Rondo, Pulau Berhala, Pulau Nipah, Pulau Sekatung, Pulau Batek, Pulau Dana, Pulau Merapit, Pulau Marore, Pulau Miangas, Pulau Fani, Pulau Bras, Pulau Fanildo.

Pulau Kecil Terluar adalah pulau dengan luas areal kurang atau sama dengan 2000 km² (dua ribu kilometer persegi) yang memiliki titik-titik dasar koordinat geografis yang menghubungkan garis pangkal laut kepulauan sesuai dengan hukum internasional dan nasional. Tujuan dari pengelolaan PPKT sendiri adalah menjaga keutuhan wilayah NKRI keamanan nasional, pertahanan negara dan bangsa serta menciptakan stabilitas kawasan.

"Memanfaatkan sumber daya alam dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan serta memberdayakan masyarakat dalam rangka peningkatan kesejahteraan," ujar Boy.

Hadir dalam rakor ini perwakilan dari sejumlah kementerian, diantaranya Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Sekda Kabupaten Lombok Tengah. (Humas BNPP)

 

Info for bonus Review William Hill here.