Logo
Print halaman ini

Bekali Wirausaha Pemula, BNPP Berupaya Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat Perbatasan Utama

Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Boytenjuri Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Boytenjuri

BNPP - Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) menekankan bahwa dalam pengelolaan perbatasan negara tidak hanya terfokus pada inward looking (melihat ke dalam), melainkan sudah mengarah pada outward looking (melihat keluar). Artinya, tidak hanya memperhatikan sisi pertahanan negara namun juga menyejahterakan masyarakat di kawasan perbatasan.

 

Maka, dalam rangka mendorong pendekatan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan, Badan Nasional Pengelola Perbatasan Negara (BNPP) menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Permodalan Dalam Rangka Peningkatan Kapasitas Wirausaha Pemula di Badau, Kalimantan Barat (Kalbar). Kegiatan ini diyakini sebagai  salah satu pendorong terbangunnya perekonomian di wilayah perbatasan.

"Oleh karena itu, kita dorong pendekatan kesejahteraan masyarakat agar dapat berkelanjutan," kata Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Boytenjuri, di Badau, Kalbar, Senin (23/4).

Bimtek terhadap 30 wirausaha pemula yang berasal dari lima desa di Kecamatan Badau ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi. Hal ini dilakukan agar sisi perekonomian masyarakat di perbatasaan dapat terbangun, sehingga program Presiden Jokowi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan dapat benar-benar terealisasi.

BNPP selaku koordinator sejumlah kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah di perbatasan, mendorong Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk memberi pelatihan dan bantuan modal hingga Rp13 juta terhadap wirausaha pemula. Suntikan modal ini untuk memberi daya ungkit yang tinggi bagi pembentukan pelaku-pelaku usaha lintas batas negara.

"Bapak dan Ibu dilatih dari sisi pertanian, kuliner, kerajinan tangan, dan lain-lain. Sehingga kita harap dapat jadi pengusaha pemula yang mumpuni dan dapat menggulirkan ekonomi masyarakat perbatasaan, khususnya di Badau," ucap Boy.

Selain Kementerian Koperasi UKM, pihaknya juga mendorong Kementerian BUMN, Bank nasional maupun swasta untuk membantu masyarakat di kawasan perbatasan (wirausaha pemula) berupa permodalan dengan bunga ringan maupun bantuan langsung. Sehingga, ekonomi di kawasan perbatasan berjalan sesuai program yang dicanangkan.

Selain itu, tujuan dari menciptakan wirausaha handal di perbatasan adalah agar kedepanya dapat bersaing dengan negara tetangga dari segi perekonomian. Kemampuan dalam memasarkan kuliner khas daerah, kerajinan tangan, hingga tempat wisata lokal, kiranya bisa menjadi pemikat dan berujung pada transaksi ekonomi masyarakat perbatasan kedua negara.

"Nantinya kalau 30 orang wirausaha pemula ini berhasil, kedepannya bisa bertambah pengusaha pemulanya. Mudah-mudahan pengusaha pemula yang sekarang bisa jadi pengusaha menengah. kita terus cetak pemula, pemula jadi menengah, menengah jadi pengusaha besar," katanya. (Humas BNPP)

 

Terakhir dimodifikasi padaKamis, 26 April 2018 12:27

Item terkait

Terbaru dari Humas BNPP

Copyright © Badan Nasional Pengelola Perbatasan All rights reserved.