Menu
RSS

Beranda Negara, Wilayah Perbatasan Harus Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Utama

Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Boytenjuri Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Boytenjuri

BNPP - Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Boytenjuri mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo menginginkan agar kawasan perbatasan negara menjadi beranda NKRI.

 

Pembangunan 7 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Entikong, Badau, Aruk (Kalimantan Barat), Motaain, Motamasin, Wini (Nusa Tenggara Timur) dan Skouw (Papua), merupakan upaya dari mewujudkan wilayah perbatasan sebagai beranda negara. Tak hanya itu, di wilayah perbatasan secara bertahap juga direalisasikan kegiatan perekonomian. Sehingga tak hanya dari sisi keamanan (security), sisi kesejahteraan (prosperity) warga pun terpenuhi.

"Sekarang ditetapkan Presiden Jokowi bahwa kawasan perbatasan jadi beranda depan negara, maka harus ditata," kata dia saat pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Permodalan Dalam Rangka Peningkatan Kapasitas Wirausaha Pemula Perbatasan TA 2018, di Badau, Kalbar, Senin (23/4).

Pemerintahan saat ini dalam membangun wilayah perbatasan sudah terintegrasi, terpadu dan berkelanjutan. Ini semua berdasarkan Rencana Induk (Renduk) 2015-2019 yang telah disusun oleh BNPP mengacu kepada RPJMN 2015-2019 serta Perpres Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan. Hal ini sejalan dengan program Nawacita ke-3 yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

"Oleh karena itu pemerintahan Jokowi-JK mempunyai konsep kedepan bahwa kawasan perbatasan tak hanya dipandang dari sisi pertahanan. Perbatasan harus jadi pusat pertumbuhan ekonomi, pusat kegiatan antar negara, sehingga jadi daerah yang maju," katanya.

Bimbingan Teknis terhadap wirausaha pemula di Badau, diyakini menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan wilayah perbatasan sebagai daerah yang maju dan sejahtera warganya. "Maka kegiatan Bimtek perlu dilakukan untuk mendukung peningkatan kompetensi dan pemanfaatan stimulasi bantuan permodalan sehingga mendorong peningkatan kinerja pelaku wirausaha pemula," tutur Boy.

Sementara, Bupati Kapuas Hulu yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum, H M Yusuf, meminta 30 peserta wirausaha pemula  di Badau, dapat mengikuti jalannya Bimtek dengan sungguh-sungguh. Pasalnya, kegiatan ini menjadi salah satu upaya pengembangan bisnis di daerah yang mampu mendukung perekonomian masyarakat di perbatasan.

"Diharapkan pertumbuhan ekonomi di perbatasan signifikan dengan pertumbuhan di negara tetangga. Harapan saya setelah ini muncul pengusaha handal yang mampu memproduksi dan memasarkan produk unggulan khas Kapuas Hulu, sehingga menarik perhatian investor dan wirausahawan ke Badau," ucap dia.

Pemda setempat juga mengapresiasi pihak-pihak yang telah memberikan perhatian dan partisipasi aktif pelaksanaan Bimtek demi mewujudkan masyarakat perbatasan yang aman dan sejahtera. (Humas BNPP)

 

Terakhir dimodifikasi padaKamis, 26 April 2018 11:32
Info for bonus Review William Hill here.