Menu
RSS

Momen Kehangatan Rektor IPB Menyambut Kehadiran Kepala BNPP Tjahjo Kumolo Utama

Kepala BNPP Tjahjo Kumolo (kiri)  dan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria Kepala BNPP Tjahjo Kumolo (kiri) dan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria

BNPP - Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria menyambut kedatangan Menteri Dalam Negeri selaku Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) di Auditorium Andi Hakim Nasoetion Kampus Institut Pertanian Bogor, Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Rabu (02/05/2018).

Kepala BNPP Tjahjo Kumolo sendiri siang ini diketahui akan memberikan kuliah umum di IPB dengan mengangkat Pembangunan Wilayah Perbatasan Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat dan Memperkuat Ketahanan Bangsa". 

Kehadiran Tjahjo disambut beberapa pimpinan civitas akademik IPB, diantaranya Rektor IPB Arif Satria, Wakil Rektor I Drajat Martianto, Wakil Rektor II Agus Purwito, Wakil Rektor IV Erika Budiarti Laconi dan Sekretaris Institut Aceng Hidayat.

Sementara dari BNPP,  Tjahjo didampingi Plt Sekretaris BNPP Widodo Sigit Pudjianto, Kepala Biro Perencanaan Asnil, Ketua Kelompok Ahli Max Pohan dan Sekretaris Kelompok Ahli Marto Bardosono

Rektor IPB Arif Satria dan Kepala BNPP yang keduanya merupakan putra kelahiran Jawa Tengah berbincang santai mengenai kiprah kampus IPB di Ruang Pola yang terletak di Auditorium Andi Hakim Nasoetion. Rektor Arif menjelaskan beberapa karya dan prestasi yang telah ditorehkan IPB kepada Kepala BNPP.

Keduanya juga sempat mengabadikan pertemuannya di lobby Auditorium Andi Hakim Nasoetion dengan latar belakang logo IPB dan motto "Mencari dan Memberi Yang Terbaik" sebelum akhirnya memasuki ruangan acara.

Selain memberikan kuliah umum, Plt Sekretaris Widodo Sigit Pudjianto mengemukakan bahwa Kepala BNPP  akan menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara BNPP dengan IPB.

Nota Kesepahaman antara BNPP dengan IPB merupakan bagian dari upaya pemerintah memaksimalkan pembangunan di kawasan perbatasan sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Nantinya, Nota Kesepahaman akan ditindaklanjuti dengan memperjelas poin-poin kerja sama dalam dengan ditandatanganinya Perjanjian Kerja Sama (PKS) kedua instansi. Beberapa poin kesepahaman itu antara lain menyangkut peningkatan kualitas produk pangan di kawasan perbatasan.

"BNPP memberikan guidance atau semacam panduan. Misalnya, dalam praktik Kuliah Kerja Nyata (KKN) IPB, BNPP memberikan gambaran apa saja yang bisa dikerjakan di kawasan perbatasan. Utamanya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui ketahanan pangan," terang Sigit di Bogor, Rabu (02/05/2018). 

Dijelaskan Sigit, peningkatan kualitas produksi pangan secara teknis akan dibicarakan lebih lanjut. Misalnya pada kawasan perbatasan ada lahan yang diarahkan untuk peningkatan ketahanan pangan, dengan adanya kerja sama dengan IPB nantinya dilakukan langkah-langkah kongkret untuk menuju peningkatan ketahanan pangan dimaksud. 

"Kerangka besarnya adalah perwujudan Nawacita Ketiga Presiden Jokowi. Ada 187 Lokasi Prioritas (Lokpri) yang bisa dikembangkan bersama perguruan tinggi, BNPP akan men-screening (menyaring) sesuai dengan jurusan yang ada. Kalau pertanian kemana, kedokteran kemana, arsitek kemana, kita berikan panduan agar keterlibatannya lebih tepat sasaran," pungkasnya.

(Humas BNPP)

 

 
Terakhir dimodifikasi padaRabu, 02 Mei 2018 11:08
Info for bonus Review William Hill here.