Menu
RSS

Tol Laut Miliki Nilai Strategis, Sejumlah PPKT Bisa Jadi Destinasi Wisata Utama

kiri ke kanan: Asdep Pengelolaan Potensi Perbatasan Laut BNPP Gatot Yanrianto, Plt Ses BNPP Widodo Sigit Pudjianto, Karo HOK BNPP Gutmen Nainggolan kiri ke kanan: Asdep Pengelolaan Potensi Perbatasan Laut BNPP Gatot Yanrianto, Plt Ses BNPP Widodo Sigit Pudjianto, Karo HOK BNPP Gutmen Nainggolan

BNPP - Rapat Koordinasi (Rakor) bersama sejumlah kementerian/lembaga (K/L) dan pemda di perbatasan terkait Tol Laut dan Gerai Maritim 2019, dinilai penting dan strategis. Diharapkan dari Rakor ini diketahui rancangan kegiatan penyelenggaraan Tol Laut untuk tahun 2019.

 

 

"Dan tak kalah penting adalah bagaimana penyelenggaraan Tol Laut dalam mendukung peningkatan pembangunan di kawasan perbatasan," kata Pelaksana Tugas Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dalam sambutannya di Rakor Rancangan Jaringan Angkutan Barang di Laut (Tol Laut) dan Gerai Maritim 2019 di Kawasan Perbatasan, di Makasar, Sulawesi Selatan, Rabu (3/10).

Indonesia yang secara geografis terletak diantara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudera (Hindia dan Pasifik), berbatasan laut dengan 10 negara tetangga. Dua per tiga (2/3) wilayah Indonesia adalah perairan dengan jumlah pulau 17.504, yang terdiri dari pulau besar dan kecil.

"Dimana 111 pulau diantaranya merupakan Pulau-pulau Kecil Terluar (PPKT) berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2017 Tentang Penetapan Pulau-Pulau Kecil Terluar," kata dia. 

Dari 111 PPKT tersebut, sambung Sigit, 12 PPKT diantaranya merupakan PPKT yang  perlu mendapat perhatian khusus karena rawan konflik, yaitu, P. Rondo, P. Berhala, P. Nipa, P. Sekatung, P. Marore, P. Miangas, P. Marampit, P. Fani, P. Fanildo, P. Brass, P. Batek, dan P. Dana.

PPKT yang memerlukan perhatian khusus ini dapat dimanfaatkan sebagai destinasi wisata, demi menjaga kedaulatan pulau terluar di perbatasan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan.

"Dilakukan melalui kerjasama dengan TNI AL maupun BUMN. Patroli mengelilingi kawasan laut di perbatasan," tutur Sigit.

Kondisi tersebut membuat Indonesia memiliki nilai strategis dalam percaturan geostrategis, baik dalam tataran global maupun regional Asia Pasifik, khususnya kawasan Asia Tenggara.  

Posisi strategis ini semakin bertambah dengan besarnya potensi sumber daya alam, baik di sektor kelautan perikanan, pertanian, perkebunan, peternakan, pariwisata, serta minyak dan gas.

Peran penting tersebut di satu sisi menjadi peluang bagi percepatan pembangunan nasional dan daerah, termasuk kawasan perbatasan. Seperti yang terlihat saat ini di Pos Lintas Batas Negara (PLBN), dimana sedang dibangun sentra ekonomi di sekitaran kawasan 7 PLBN yang sudah dibangun menjadi indah dan megah. Hal ini juga merupakan upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan.

"Oleh karena itu, perkuatan ketahanan nasional di seluruh aspek Ipoleksosbud Hankam, terlebih di kawasan perbatasan menjadi penting dan mendesak untuk diwujudkan,"  

"Keterlibatan seluruh pihak, baik di pusat maupun daerah dalam pengelolaan perbatasan negara menjadi kunci keberhasilan pengelolaan perbatasan negara."

 

(Humas BNPP)

Terakhir dimodifikasi padaRabu, 03 Oktober 2018 16:38
Info for bonus Review William Hill here.