Menu
RSS

Optimalkan Potensi, Upaya K/L Membangun Ekonomi Perbatasan Utama

Optimalkan Potensi, Upaya K/L  Membangun Ekonomi Perbatasan

BNPP - Bank Indonesia (BI) menjalankan program pengembangan wirausaha yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah perbatasan negara.

 

 

Salah satu fokus kewirausahaan yang dikembangkan BI adalaah peningkatan kapasitas ekonomi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah perbatasan negara.

"Melakukan pengembangan pusat ekonomi baru melalui komoditas unggulan daerah, seperti klaster rumput laut di Kabupaten Nunukan (Kalimantan Barat)," kata Kepala Divisi DPUM Bank Indonesia, Wini Purwanti, saat Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Negara Dalam Rangka Peningkatan Kapasitas SDM Perbatasan Negara, di Jakarta, Jumat (5/10).

BI melakukan perbaikan pola produksi rumput laut (komoditas utama daerah) yang mengalami penurunan pada tahun 2010. Penanganan pasca panen, penguatan kelompok, akses pasar, ases pembiayaan dari perbankan, pendirian LKM, serta bantuan sarana prasarana, menjadi bagian dari upaya perbaikan. 

Dampaknya kemudian menghasilkan peningkatan pendapatan masyarakat, berupa peningkatan harga jual karena meningkatnya kualitas,penyerapan tenaga kerja non formal dan peningkatan produksi dari 400 ton menjadi 3.000 ton.

" Dampak lain, terjadi migrasi penduduk dari Sulawesi, Jawa, Sumatera Utara ke Nunukan untuk menjadi pembudidaya rumput laut dan menumbuhkan usaha makanan industri rumah tangga  berbahan dasar rumput laut," katanya.

Sejumlah kantor perwakilan (KPw) BI juga turut mengembangkan ekonomi di perbatasan, seperti di Papua yang mendukung pelaksanaan pelatihan wirausaha muda di Skouw dan kedepannya akan mendukung rencana pengembangan wirausaha di daerah tersebut (sektor kerajinan dan pupuk organik). Kemudian KPw BI di Kalimantan Barat melakukan pengembangan di daerah Entikong dalam bentuk BI corner, bantuan saprodi untuk pengembangan pengendalian inflasi serta keterlibatan Genbi melalui program GP4K untuk pengembangan komoditas lada.

Terakhir, KPw BI NTT yang melakukan pemberdayaan perempuan melalui capacity building produksi tenun di Atambua, pembangunan galeri tenun, pengembangan klaster bawang dan pelatihan wirausaha muda.

Sementara, Kementerian Perindustrian memberikan fasilitasi penumbuhan dan pengembangan wirausaha industri kecil menengah (IKM), meliputi koordinasi (pemda, balai penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi), perencanaan (lokasi, fokus komoditi, pola pengembangan, penganggaran), seleksi (kriteria dan persyaratan), bimbingan teknis (bimtek kewirausahaan dan motivasi, bimtek industri sederhana, bimtek produksi, bimtek analisis pasar), pelaksanaan fasilitasi start-up capital (perizinan, standarisasi, HKI, uji coba pasar).

"Setelah itu pendampingan (manajemen,keuangan, tehnik produksi, desain,pemasaran) dan monitoring dan evaluasi," tutur Kepala Bagian Program Evaluasi dan Pelaporan, Ditjen IKM, Kementerian Perindustrian Kris Sasono Mudi Wibowo.

Kementerian Perindustrian menargetkan 20.000 wirausaha baru (pemula) IKM pada 2015-2019, termasuk yang ada di wilayah perbatasan.

 

(Humas BNPP)

Info for bonus Review William Hill here.