Menu
RSS

Pembangunan Terminal Barang Internasional sebagai Pengembangan Aktivitas Perekonomian di Entikong Utama

Pembangunan Terminal Barang Internasional sebagai Pengembangan Aktivitas Perekonomian di Entikong
BNPP - Salah satu kawasan Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) yaitu Entikong (Kalimantan Barat), memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan kawasan perbatasan. Pengembangan dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan ekonomi yang ditunjang penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
 
 
"Salah satu elemen penting dalam pengembangan aktivitas perekonomian di pusat pertumbuhan dimaksud adalah pembangunan terminal barang internasional (dry port) untuk ekspor impor," kata Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Darat BNPP, Asnil, di Jakarta, Senin (29/10).
 
Dijelaskan, terminal barang berfungsi sebagai tempat pemrosesan ekspor impor pelayanan kepabeanan dan pertukaran moda angkutan secara terpadu yang mendukung kelancaran dan ketersambungan angkutan barang melalui jalan raya yang melintas batas negara.
 
"Dengan adanya fasilitas terminal barang internasional, maka ekspor dari Kalbar dapat dilakukan langsung keluar negeri dan dicatat sebagai ekpor hasil daerah Kalbar. Hal ini penting untuk mendapatkan bagi hasil pajak ekspor dari pemerintah pusat," kata dia.
 
Dengan demikian sangat diharapkan komitmen dari kementerian/lembaga terkait dan pemda Kalbar untuk memfasilitasi pembangunan terminal dan maksimalkannya. Komitmen dan upaya yang dilakukan tentunya untuk menumbuhkan perekonomian di kawasan perbatasan sehingga berujung pada kesejahteraan warga.
 
PKSN adalah kawasan perkotaan yang ditetapkan untuk mendorong pengembangan kawasan perbatasan negara.
 
Ada 10 Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) yang terbagi di darat yaitu Aruk, Entikong, Badau, Atambua, Jayapura. Sementara di laut yaitu Sabang, Ranai, Sebatik, Tahuna dan Saumlaki.

 

(Humas BNPP)

Terakhir dimodifikasi padaSenin, 05 November 2018 10:55
Info for bonus Review William Hill here.