Menu
RSS

Libatkan Swasta Untuk Sejahterakan Masyarakat Perbatasan Utama

Libatkan Swasta Untuk Sejahterakan Masyarakat Perbatasan
BNPP - Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Mahfudz Siddiq memandang pelibatan pihak swasta bisa dijadikan salah satu solusi dalam upaya mensejahterakan rakyat di kawasan perbatasan negara.
 
 
"Paling mungkin libatkan pihak swasta untuk kembangkan wilayah perbatasan, contohnya swasta yang di sektor perkebunan," kata Mahfudz, di acara variety show Pojok Rumah Rakyat dengan tema 'Penguatan Sistem Penjagaan Garis Batas Negara' di stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI), di Jakarta, Kamis (8/11).
 
Menurutnya, pengembangan potensi yang ditopang dengan pembangunan infrastruktur yang memadai akan menjadi langkah terobosan. "Perbatasan negara kemudian akan ditopang pengembangan (potensi) kawasan melalui keterlibatan swasta, karena kalau andalkan masyarakat setempat butuh waktu panjang," katanya.
 
Pengembangan potensi wisata di perbatasan negara juga dinilai perlu mendapat perhatian. Papua yang memiliki Raja Ampat sebagai destinasi wisata, harus bisa juga menonjolkan pasar rakyat (perbatasan) yang ada di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw. 
 
"Bisa jadi destinasi wisata dengan menjual produk lokal. Tinggal menambah mobilitas manusianya, maka jadi pemicu peningkatan perekonomian. Begitu juga dengan di Kalbar," ucap wakil rakyat yang lingkup tugasnya mengurusi soal pertanian, perkebunan dan perikanan ini.
 
Diakui, pengelolaan perbatasan negara yang saat ini dikoordinir Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) memerlukan anggaran yang memadai. Hal ini dikarenakan tidak hanya mengurusi soal batas wilayah negara, melainkan juga pembangunan lintas sektoral. 
 
Pemenuhan jaringan teknologi komunikasi informasi juga dinilai bermanfaat bagi warga setempat maupun pengamanan wilayah, dalam rangka menjadikan kawasan perbatasan sebagai beranda negara.
 
Senada, Pengamat Perbatasan, Juni, mengatakan bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di perbatasan  negara dengan melibatkan investor (pemodal) lokal yang inovatif dan atraktif. 
 
"Dan juga para lulusan perguruan tinggi, dikasih insentif, lakukan pengembangan ekonomi, misal di bidang perkebunan. Terutama daerah perbatasan yang level ekonominya rendah," katanya.
 
Disamping itu, dari pemerintah pusat dapat melakukan kerjasama dengan negara tetangga melalui komunikasi yang difasilitasi pemda setempat. " Komunikasi bangun wilayah sebagai wilayah yang produktif. Katakanlah kalau punya kebun, sama-sama mengambil kesempatan ekonomi yang besar, kan akan terjaga dengan baik. Masyarakatnya kan sudah saling mengenal bahkan bersaudara. Tinggal lebih aktif saja."
 
(Humas BNPP)
Terakhir dimodifikasi padaJumat, 09 November 2018 10:47
Info for bonus Review William Hill here.