Menu
RSS

Catatan Akhir Tahun BNPP: Mengangkat Potensi Kawasan Perbatasan Utama

Catatan Akhir Tahun BNPP: Mengangkat Potensi Kawasan Perbatasan

BNPP - Pada pengelolaan potensi di kawasan perbatasan berbagai program kegiatan juga dilakukan bersama K/L terkait. Sebut saja program pembangunan pertanian terpadu yang dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Provinsi Papua, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui optimalisasi lahan cetak sawah dan pertanian organik. 

 

Lahan cetak sawah di Provinsi Kalbar diantaranya tersebar di PKSN Paloh (200 Ha), PKSN Entikong (200 Ha), Jagoi Babang (50 Ha), Sekayam (190 Ha), Ketungau Hulu (200 Ha), Ketungau Tengah (100 Ha), Embaloh Hulu (100 Ha), Putussibau Selatan (300 Ha), dan Putussibau Utara (359 Ha).  Dari total lahan cetak sawah seluas 1.049 Ha di Provinsi Kalbar, telah menghasilkan produksi sebanyak 2.343 ton untuk meningkatkan kedaulatan pangan.

 

Untuk provinsi Papua, tepatnya di Kabupaten Merauke telah dikembangkan seluas 2.115 Ha lahan cetak sawah dan menghasilkan produksi sebanyak 6.345 ton. Lokasi lahan cetak sawah terdapat di Sota. Lokasi lainnya terdapat di PKSN Jayapura dengan lahan cetak sawah seluas 150 Ha.

 

Sementara itu, di Kabupaten Belu, Provinsi NTT dikembangkan pertanian organik di lahan seluas 500 Ha. Lokasi tepatnya di Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat. Program pertanian organik di Desa Bakustulama ini diintegrasikan dengan program penggemukan sapi yang diharapkan dapat memberikan nilai lebih kepada masyarakat setempat. 

 

Kemudian yang tak kalah penting adalah kehadiran tol laut sebagai jalur konektivitas yang melintas di sejumlah trayek yang merupakan wilayah perbatasan. Pada tahun 2017 direncanakan pembukaan 9 trayek tol laut di kawasan perbatasan negara. Kesembilan trayek tersebut masing-masing Tanjung Perak – Kalabahi – Moa – Saumlaki (T-2), Tanjung Perak – Calabai – Maumere – Larantuka – Loweleba – Rote – Sabu – Waingapu (T-3), Makasssar – Tahuna– Lirung (T-5), Tanjung Priok– Natuna (T-6), Tanjung Priok– Enggano – Mentawai (T-7), Tanjung Perak– Belang-belang – Sanggata – P. Sebatik (T-8), Tanjung Perak– Kisar – Namrole (T-9), Makassar – Tidore – Tobelo – Morotai – Maba – P. Gebe (T-10), dan Tanjung Perak– Dobo– Merauke (T-11). 

 

Sebanyak empat lokasi PKSN pada tahun ini dilintasi Tol Laut. Dengan demikian ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting lainnya semakin terjamin dan disparitas harga berkurang, khususnya bagi masyarakat perbatasan.

 

 

 

(Humas BNPP)

Terakhir dimodifikasi padaJumat, 28 Desember 2018 13:51
Info for bonus Review William Hill here.