Menu
RSS
Kamis, 25 Juni 2015 00:00

Penemuan 7 Kampung Baru, Pangdam Cenderawasih: Semua Belum Jelas Statusnya

Ditulis oleh 
Berikan rating
(0 votes)
Penemuan 7 Kampung Baru, Pangdam Cenderawasih: Semua Belum Jelas Statusnya Penemuan 7 Kampung Baru, Pangdam Cenderawasih: Semua Belum Jelas Statusnya

Jayapura - Menteri Kordinator Politik Hukum dan Keamanan (menko polhukam) beberapa waktu lalu mendapat laporan dari Komandan Korem 174/PVT, bahwa ada kampung yang baru saja ditemukan di Kabupaten Boven Digul. Daerah tersebut berbatasan langsung dengan negara tetangga Papua New Guinea (PNG).

Atas laporan tersebut menko polhukam memerintahkan deputi bersama pangdam dan Badan Perbatasan untuk melihat dan meninjau langsung daerah tersebut. Ini dikatakan Pangdam XVII/Cendrawasih, Mayjen TNI Fransen G. Siahaan saat dihubungi wartawan, Kamis (25/6) sore, usai peninjauan ketujuh kampung yang baru ditemukan tersebut.

Lebih lanjut dikatakannya, dari hasil kunjungan ketujuh kampung tersebut, diketahui bahwa ada persoalan tentang status kependudukan dari masyarakat.

Di kampung kampung tersebut belum ada pos keamanan, belum ada pos imigrasi atau pos kesehatan. Dari kunjungan ini diharapkan bisa mencari solusi pemecahan persoalan persoalan ke depan.

"Warga disini belum memiliki KTP, belum jelas status kependudukannya," kata Pangdam.

Saat tim ini berkunjung , tim menemukan speedboat dari PNG merapat, dan penumpangnya turun berbelanja bahan kebutuhan.

"Orang PNG datang pakai speedboat bagus, mereka berbelanja barang-barang yang dibutuhkan kemudian kembali ke PNG. Dan tidak ada pengawasan dari kita," ujar pangdam.

Dijelaskannya pula, bahwa kampung-kampung ini memiliki sumber daya alam yang luar biasa.

"Saya lihat ikan mujairnya besar-besar. Tapi karena animo masyarakat kurang, maka ikannya dibiarkan begitu saja" ujar pangdam.

Ketujuh kampung itu adalah Kampung Yakyu, Desa Rawa Biru, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, di mana terdapat 17 kepala keluarga dengan 74 jiwa mengaku WNI tapi belum memiliki KTP.

Selanjutnya, Kampung Detto, Distrik Waropko terdapat 11 kepala keluarga dengan 50 jiwa, mengaku WNI tapi belum memiliki dokumen kependudukan seperti KTP. Kampung Diggo, Distrik Waropko terdapat 11 kepala keluarga dengan 31 jiwa, Kampung Naga dengan 14 kepala keluarga, Kampung Bestop dan Kampung Kugo di mana penduduknya tidak memiliki dokumen kependudukan.

Juga Kampung Benkin, Distrik Waropko terdapat 11 Kepala keluarga dengan 46 jiwa. Penduduknya memiliki dokumen kependudukan sebagai warga PNG namun berdiam di wilayah Indonesia.

Pangdam menegaskan, pihaknya bersama Kementrian Polhukam dan Badan Perbatasan hari ini masih melakukan pembahasan tentang apa saja yang harus segera dilakukan menyangkut penanganan masyarakat di perbatasan dengan tujuh kampung yang baru saja ditemukan.

 
 Suara Pembaruan

 

Roberth Isidorus/EPR

dibaca 477 kali
Info for bonus Review William Hill here.