Menu
RSS

Items filtered by date: Selasa, 18 September 2018

Bangga Jadi Lokasi HUT BNPP, Gubernur NTT: Perbatasan Bukan Alat Pemisah, Tapi Alat Pemersatu

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Victor Bungtilu Laiskodat mengaku bangga karena daerahnya dijadikan sebagai lokasi puncak perayaan hari ulang tahun Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang kedelapan ( 8).

 

"Jadi kebanggan. NTT punya dua perbatasan dengan dua negara.Kita mampu desain perbatasan bukan sebagai alat pemisah tapi jadi alat pemersatu untuk membangun ekonomi dan peradaban di NTT," kata Victor saat mendampingi Kepala BNPP Tjahjo Kumolo di galeri Rumah Tenun binaan Bank Indonesia, Belu, Atambua, NTT, Selasa (18/9).

Dia juga mengapresiasi Bupati Belu karena warganya mampu mengembangkan potensi sumber daya alam bawang merah.  Pihaknya akan membangun potensi itu dengan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait, sehingga seluruh pasar di NTT dapat terintegrasi dan seluruh panen tidak menumpuk di satu tempat saja.

"karena itu yang perlu kita bangun, seluruh panen yang ada sehingga jangan menumpuk di suatu tempat dan tempat lain kosong," kata dia.

HUT ke-8 BNPP dilaksanakan kegiatan Pekan Perbatasan yang salah satunya digelar di Kabupaten Belu, NTT. Kegiatan di wilayah perbatasan negara ini yaitu peninjauan galeri rumah tenun binaan Bank Indonesia, pelepasan miniatur patung Soekarno dari Lapangan Umum Atambua menuju PLBN Motaain (pelepasan miniatur patung Soekarno ditandai dengan pemukulan Tihar). 

Setelah itu dilanjutkan dengan arak-arakan dari Lapangan Umum Atambua menuju Desa Silawan (lokasi pengobatan massal di Puskesmas Silawan, lokasi penyerahan 3 kunci rumah hasil bedah rumah di Dusun Halimuti dan PLBN Motaain), peletakan batu pertama pembangunan patung Soekarno di PLBN Motaain dan peninjauan lokasi rencana pembangunan Monumen Tiang Bendera. Lalu pada Rabu (19/9) dilakukan upacara bendera di Lapangan Umum Atambua.

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...

Bangun Patung Soekarno di Perbatasan, Kepala BNPP: Jangan Sampai Kita Lupa Dengan Pendiri Bangsa

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Pembangunan patung Soekarno di kawasan perbatasan negara untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan sebagai bangsa yang besar tidak melupakan pendiri bangsanya.

 

Hal ini dikatakan Kepala BNPP Tjahjo Kumolo dalam sambutan peletakan batu pertama pembangunan patung Soekarno di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, di PLBN Motaain, Belu, NTT, Selasa (18/9).

"Untuk meningkatkan rasa nasionalisme, jangan sampai bangsa kita lupa dengan pendiri bangsa. semua negara pasti punya tokoh yang dihargai," kata Tjahjo.

Dikatakan, Presiden Pertama RI Soekarno pada 60 tahun yang lalu pernah ke NTT dan menanam pohon beringin yang saat ini tumbuh besar dan subur di Lapangan Umum  Atambua. Hal itu menjadi sebuah momen yang patut dibanggakan dalam memupuk rasa patriotisme di kalangan generasi penerus bangsa.

"Sementara baru 9 (lokasi pembangunan) patungnya," kata dia.

Dijelaskan, seputar kawasan PLBN nantinya akan terlihat lebih hidup karena sedang dibangun fasilitas sosial dan fasilitas umum sebagai aktifitas perekonomian yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga.

"Dibangun pasar agar ada aktifitas ekonomi dari warga negara tetangga. Yang penting tugas kami berikutnya menjaga, merawat melalui koordinasi dengan K/L, pemda, termasuk TNI-Polri sebagai pihak pengamanan."

Selain itu, dalam tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK sejumlah persoalan di kawasan perbatasan sudah diatasi, seperti, pembangunan infrastruktur jalan, pembangunan sekolah beserta unsur pendukung, puskesmas beserta unsur pendukung, transportasi umum serta dan sarana prasarana lain penunjang perekonomian masyarakat di perbatasan.

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...

Kunjungi Galeri Rumah Tenun, Kepala BNPP Apresiasi Kerajinan di Belu

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tjahjo Kumolo menghadiri puncak perayaan hari ulang tahun BNPP ke-8 di Belu, Kabupaten Atambua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/9).

 

Mengawali kedatangannya, Tjahjo beserta rombongan, diiringi marching band, berjalan kaki dari bandara AA Bere Tallo menuju Rumah Tenun binaan Bank Indonesia yang hanya 200 meter dari bandara. Setiba di pintu gerbang lokasi, rombongan disambut tarian khas daerah NTT dan kemudian mengalungi kain selendang kepada Kepala BNPP dan Gubernur NTT Victor Laiskodat. 

Dalam kunjungannya di rumah tenun, Tjahjo mengapresiasi pemberdayaan sumber daya alam  (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) di Belu, dalam hal ini terkait dengan pembuatan kain tenun. Tak hanya itu, dia juga memuji pertumbuhan pengrajin brambang (bawang merah) di kawasan perbatasan negara tersebut.

"Menurut saya satu daerah sekecil apapun (kabupaten/kota) kalau punya sektor pariwisata sekecil apapun dan kedua punya kerajinan sekecil apapun yang dibuat oleh warga," kata Tjahjo di galeri Rumah Tenun binaan Bank Indonesia.

Kemudian memiliki makanan khas darahnya lalu program kepala daerah yang ingin menumbuhkan sumber daya alam yang ada seperti tomat atau bawang yang ukurannya cukup besar. 

Pihaknya mendukung program Gubernur NTT yang ingin menjadikan Malaka, Belu dan TTU, sebagai daerah tujuan wisata. Untuk itu harus ada peningkatan bandara dan menumbuhkan kerajinan daerah khas. 

Turut hadir pada acara ini Bupati Belu Wilybrodus Lay, Plt Sekretaris BNPP Widodo Sigit Pudjianto, Deputi BNPP, sejumlah pejabat Kemendagri, pejabat BNPP, stakeholder terkait. 

 

Lebih lanjut...

Ada 3 PLBN Indah dan Megah, Puncak HUT BNPP ke-8 Diadakan di NTT

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tjahjo Kumolo mengungkapkan bahwa puncak perayaan hari ulang tahun BNPP diadakan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dikarenakan terdapat tiga Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang sudah dibangun menjadi indah dan megah.

 

Ketiga PLBN yaitu Motaain di Kabupaten Belu, Motamasin di Kabupaten Malakan dan Wini di Kabupaten Tmor Tengah Utara (TTU).  Ketiganya merupakan bagian dari tujuh PLBN yang sudah dipoles menjadi indah dan megah oleh pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

"Delapan tahun BNPP dipilih di NTT karena kebetulan ada tiga perbatasan yang sudah dibangun PLBN," kata Tjahjo di galeri Rumah Tenun binaan Bank Indonesia, Belu, Atambua, NTT, Selasa (18/9).

Pembangunan PLBN merupakan bagian dari capaian pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa, sesuai Nawacita ke-3, dalam hal ini kawasan perbatasan.

"Sehingga perbatasan jadi tempat tujuan wisata, khususnya dari warga negara tetangga kita. Ini program Pak Jokowi yang 3 tahun slesai. Kalau ada lagu 'dari Sabang sampai Marakue berjajar pulau-pulau', ini sudah dimulai. Dari Pulau Rondo, Sabang, Natuna, NTT, Entikong, Sebatik ,Nunukan, Sangir Talaud, Morotai, Skouw, Merauke," ujarnya.

HUT ke-8 BNPP dilaksanakan kegiatan Pekan Perbatasan yang salah satunya digelar di Kabupaten Belu, NTT. Kegiatan di wilayah perbatasan negara ini yaitu peninjauan galeri rumah tenun binaan Bank Indonesia, pelepasan miniatur patung Soekarno dari Lapangan Umum Atambua menuju PLBN Motaain (pelepasan miniatur patung Soekarno ditandai dengan pemukulan Tihar). 

Setelah itu dilanjutkan dengan arak-arakan dari Lapangan Umum Atambua menuju Desa Silawan (lokasi pengobatan massal di Puskesmas Silawan, lokasi penyerahan 3 kunci rumah hasil bedah rumah di Dusun Halimuti dan PLBN Motaain), peletakan batu pertama pembangunan patung Soekarno di PLBN Motaain dan peninjauan lokasi rencana pembangunan Monumen Tiang Bendera. Lalu pada Rabu (19/9) dilakukan upacara bendera di Lapangan Umum Atambua.

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.