Menu
RSS

Mulai Ngantor di Kebon Sirih, Plt Sekretaris BNPP Tekankan Pentingnya Sinergi & Kerja Sama

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Widodo Sigit Pudjianto menyatakan siap melanjutkan apa yang sudah dilaksanakan pendahulunya, yakni Triyono Budi Sasongko dan Hadi Prabowo, dalam mengawal program membangun dari pinggiran sebagaimana Nawacita Ketiga Presiden Joko Widodo. 

"Apa yang sudah digariskan, dilaksanakan Pak Hadi Prabowo akan kami laksanakan sesuai track yang sudah ada. Kita akan berupaya bisa lebih cepat lagi supaya hasilnya bisa dirasakan masyarakat di perbatasan," kata dia dalam acara pelepasan Sekretaris BNPP Hadi Prabowo yang telah dilantik menjadi Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri) dan penyambutan dirinya sebagai Plt Sekretaris BNPP dikantornya, Jl Kebon Sirih No 31A, Jakarta, Selasa (27/2).

Hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kemendagri Hamdani, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga Nuryanto, Plt Staf Ahli Reydonnyzar Moenek, Deputi Bidang Pengelolaan Batas wilayah Negara Robert Simbolon dan Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan Restuardy Daud.

Selain itu, hadir Stafsus Mendagri Bidang Pemerintahan Budi Prasetyo, Staf Khusus Mendagri Bidang Politik Arief Syahrial, Koordinator Kelompok Ahli (Pokli) BNPP Max Pohan, Sekretaris Pokli Marto Bardosono dan anggota Profesor Juanda, Dasril Ilyas dan Asisten Deputi BNPP serta seluruh pegawai BNPP.

Disampaikan Sigit-sapaannya, dirinya mendapatkan penugasan dari Kepala BNPP yang juga Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk memastikan penanganan dan pengelolaan di kawasan perbatasan dilakukan upaya percepatan. Dengan begitu hasilnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat di perbatasan. 

"Sesuai dengan arahan Bapak Presiden Joko Widodo, bahwa pembangunan itu tidak hanya dimulai dari kota tapi dimulai dari desa dan perbatasan," jelasnya.

Pemerintah, lanjut dia, ingin memastikan bahwa masyarakat yang hidup di perbatasan sama dengan mereka yang hidup di perkotaan. Masyarakat di perbatasan harus mendapatkan rasa aman sebagaimana masyarakat yang hidup di perkotaan. Dengan kata lain tidak ada perbedaan. 

Sigit menekankan pentingnya treatment ke depan, misalnya bagi masyarakat yang tinggal di perbatasan Kalimantan Barat yakni Entikong. Perlakuan ini dilakukan sesuai dengan kebijakan yang ada di BNPP sehingga masyarakat di Entikong benar-benar merasa nyaman.

"Jadi jangan mereka merasa nyaaman ke Malaysia, tapi ke depan harus merasa nyaman di Indonesia. Hal ini yang menjadi garis besar atau yang ditekankan Pak Menteri (Mendagri Tjahjo Kumolo;red)," ucapnya. 

Sigit yang juga Kepala Biro Hukum Kemendagri menyampaikan sejak dilantik sebagai Plt Sekretaris BNPP oleh Mendagri, dirinya sudah berdiskusi dengan Deputi I Robert Simbolon dan Deputi III Restuardy Daud. Dimana muaranya adalah perlu adanya upaya percepatan bagi pengelolaan pembangunan di kawasan perbatasan.  

"Saya berharap ada semacam percepatan koordinasi dengan segala sumber daya yang ada, saya harapkan ke depan akan lebih baik," ucapnya. 

Kepada Kelompok Ahli BNPP yang dipimpin Max Pohan, Sigit mengajak untuk bersama-sama membahas penanganan pengelolaan perbatasan melalui koordinasi secara periodik ataupun berkala. Baik secara formal maupun informal. 

"Kita bertemu secara periodik, tinggal kontak saja, jam berapa saja, kita bisa diskusi untuk perbaikan institusi kita ke depan dan bagi pelayanan masyarakat. Mari bersama-sama kita perkuat kerjasama dan perkuat sinergisitas," demikian Widodo Sigit Pudjianto. (Humas BNPP)

Lebih lanjut...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.