Menu
RSS

Perkuat SDM di Kawasan Perbatasan, Pemerintah Genjot Pembangunan Infrastruktur Pendidikan

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) sepanjang tahun 2017 mengkoordinasikan realisasi program pendidikan Sekolah Dasar (SD) di Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) dan Lokasi Prioritas (Lokpri) Perbatasan. PKSN dan Lokpri sendiri merupakan dua area fokus pengembangan kawasan perbatasan. 

Berdasarkan Peraturan Kepala BNPP Nomor 1 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2015-2019, bidang infrastruktur ekonomi dan kesejahteraan rakyat memfokuskan pada aspek pelayanan sosial dasar dan pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan yang diwujudkan melalui pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana sosial dasar dan ekonomi.

"Realisasi pengelolaan infrastruktur ekonomi dan kesejahteraan rakyat fokus pada bidang pendidikan, perumahan, perdagangan, air bersih dan kesehatan," terang Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Restuardy Daud, Selasa (30/01/2018).

Disampaikan, khusus untuk program pendidikan Sekolah Dasar (SD) di PKSN dan Lokpri perbatasan secara teknis dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Mantan Kepala Pusat Penerangan Kemendagri itu mengakui penyediaan infrastruktur pendidikan dasar di PKSN dan Lokpri sepanjang tahun 2017 belum mencapai target yang ditetapkan dalam rencana induk (renduk). Namun begitu, untuk pembangunan unit sekolah baru SD baik di PKSN dan Lokpri sudah melebihi target renduk. 

Salah satu faktor penyebab rendahnya realisasi adalah juknis Kementerian/Lembaga terkait pengelolaan DAK di Kabupaten/Kota tidak mengatur alokasi anggaran di kawasan perbatasan. Sehingga pada gilirannya realisasinya tidak bisa berjalan dengan optimal. 

Asdep Infrastruktur Ekonomi dan Kesra BNPP, Bahrum A Siregar, merinci realisasi program pendidikan SD di PKSN Perbatasan Tahun 2017. Untuk pembangunan unit sekolah baru sebanyak satu buah, pembangunan ruang kelas baru sebanyak 4 unit, rehabilitasi ruang kelas 1 paket dan pembangunan sarana prasarana penunjang sebanyak 6 paket. 

Adapun realisasi program pendidikan SD di Lokpri Tahun 2017, masing-masing pembangunan unit sekolah baru 9 paket, pembangunan ruang kelas baru 154 paket, rehabilitas ruang kelas 202 paket, pembangunan perpustakaan 18 paket, bantuan peralatan pendidikan 61 paket, pembangunan sarpras 87 paket dan pembangunan rumah dinas guru sebanyak 11 paket. 

"Pembangunan rumah dinas guru dan sarpras penunjang seperti toilet, kantin, ruang guru sebenarnya tidak masuk dalam Renduk, namun masuk dalam kategori mendesak agar guru bisa tinggal," jelas Bahrum. (Humas BNPP)

Lebih lanjut...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.