Menu
RSS

Agenda Prioritas Nawacita, Anggota Bakohumas Diminta Sebarkan Informasi Soal Pengelolaan Perbatasan

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Ketua Umum Bakohumas Rosarita Niken Widiastuti mengimbau seluruh anggota Bakohumas kementerian/lembaga (K/L) untuk menyebarkan secara luas dan masif informasi seputar pengelolaan perbatasan negara di website maupun media sosialnya masing-masing.

 

Hal ini dinilai penting karena pengelolaan perbatasan negara menjadi salah satu dari sembilan agenda prioritas Nawacita Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, yaitu Nawacita ke-3.

"Pembangunan perbatasan termuat dalam poin ketiga dari Nawacita yang berbunyi Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Pembangunan tak lagi terpusat (sentralisasi) di perkotaan, melainkan harus dilakukan menyebar di seluruh pelosok (desentralisasi)," kata dia, pada acara Forum Tematik Bakohumas Pengelolaan Perbatasan BNPP tahun 2018, di Jakarta, Senin (10/9).

Menurut Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo ini, komitmen Presiden Jokowi untuk mengubah paradigma pembangunan perbatasan semakin dipertegas saat kunjungan ke Provinsi Kalimantan Barat pada Maret 2017, yang saat itu memperlihatkan keinginannya mengubah wilayah perbatasan dari 'daerah terluar' menjadi 'daerah terdepan', atau lebih tepatnya sebagai 'étalase terdepan sebuah negara'.

Forum tematik Bakohumas yang mengambil tema 'Kerja Bersama Bangun Perbatasan Negara' menonjolkan sinergitas seluruh unsur pemerintah. Maka dalam hal ini, seluruh unsur humas pemerintah, terutama K/L dan BUMN, harus bersinergi dalam upaya mempercepat proses diseminasi informasi melalui kanal informasi yang dimiliki.

"Salah satu upayanya adalah melalui kegiatan forum tematis bakohumas. Forum ini berperan strategis dalam sharing informasi kebijakan antar anggotanya," ucapnya.

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...

Jadi Agenda Prioritas, Infrastruktur Air Bersih Perbatasan Terus Digalakkan Pemerintah

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla terus berkejaran dengan waktu menciptakan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya dalam merealisasikan Nawacita ketiga. Yakni membangun Indonesia dari pinggiran yang selama ini tertinggal dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Untuk pembangunan infrastruktur ekonomi dan kesejahteraan rakyat, pemerintah sepanjang tahun 2017 mengembangkan jaringan air bersih, membangun embung, membangun sumur dan penyediaan air baku bagi masyarakat perbatasan.

Penyediaan air ini diketahui merupakan salah satu masalah terbesar di kawasan perbatasan, kawasan pulau terdepan, kawasan tertinggal dan kawasan pedesaan. Program prioritas penyediaan air ini selain untuk mengatasi masalah kekurangan air bersih sekaligus sebagai salah satu alat penggerak roda perekonomian masyarakat.

Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Restuardy Daud, Selasa (30/1), mengungkapkan, pemerintah pada tahun 2017 merealisasikan program pembangunan infrastruktur air bersih di Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) dan Lokasi Prioritas (Lokpri) Perbatasan.

Pembangunan di PKSN Perbatasan, rinciannya adalah pembangunan sarana air bersih atau Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat 10 paket, pembangunan sarana dan prasarana air baku 1 paket. 

Kemudian pembangunan air bersih di Lokpri Perbatasan, rinciannya adalah pembangunan 75 paket sarana air bersih atau SPAM, pembangunan embung 14 paket, 1 paket sarana dan prasarana air baku dan 13 paket pembangunan sumur. 

"Untuk pembangunan embung, jumlah program/kegiatan tahun 2017 hampir memenuhi target yang ditetapkan, yaitu terealisasi 14 embung dari 15 paket yang ditetapkan untuk Lokpri," jelas Ardy, sapaannya.

Secara garis besar, lanjut Ardy yang juga mantan Kepala Biro Perencanaan di Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri, program pembangunan infrastruktur air bersih terealisasi sebanyak 75 paket di Lokpri dan 10 paket di PKSN. (Humas BNPP)

 

Lebih lanjut...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.