Menu
RSS

Hadi Prabowo Titip Ini Kepada Tiga Deputi BNPP

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Mantan Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Hadi Prabowo menitipkan pesan kepada tiga Deputi BNPP, terkait pengelolaan perbatasan negara.

 

Untuk Deputi I bidang Pengelolaan Batas Wilayah Robert Simbolon, diharapkan dapat segera menyelesaikan sejumlah persoalan. Pertama, soal pengendalian kedaulatan wilayah udara di bagian barat yang saat ini masih di bawah kewenangan Singapura. Termasuk, penegakan hukum wilayah negara. 

"Lalu, pengelolaan titik-titik referensi yang ada di dasar laut. kita punya 183 titik. Ini yang memang kita selesaikan, termasuk percepatan penyelesaian landas kontinen, teritorial maupun ZEE, yang mana ini masih kita bahas bersama 10 negara," kata Hadi belum lama ini.

Tak kalah penting, dalam persoalan lintas batas negara (Tasbara) adalah mengembangkan Masterplan 9 Pos Lintas Batas Negara (PLBN), di tengah tanggung jawab pengelolaan 7 PLBN yang sebelumnya sudah diresmikan dan beroperasi. Untuk menutupi kekurangan alokasi anggaran terkait pemeliharaan PLBN, dia menyarankan untuk melakukan efisiensi. 

"Belum lagi kita harus mengembangkan kawasan perbatasan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi regional, nasional dan internasional karena PLBN ini diproyeksikan untuk ekspor impor," kata Hadi yang baru beberapa hari melepas jabatan Sekretaris BNPP.

Sementara, untuk Deputi II bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Boytenjuri, dirinya berpesan agar dibuat suatu data base untuk inventarisasi potensi yang ada di perbatasan, baik darat maupun di laut. pasalnya, akan menyulitkan bila tidak memiliki inventarisasi. Oleh karena itu harus ada produk dari Sabang sampai Merauke, potensi apa yang bisa di-kerjasama-kan dengan pihak ketiga, dalam rangka peningkatan daya saing bagi kawasan perbatasan. 

"Demikian pula selesaikan program tata ruang yang belum selesai, lebih khusus adalah tata ruang yang sudah diwujudkan baik dalam perpres 177/2015 sampai dengan perpres 11/2017, kita harus tindaklanjuti dengan rencana detil tata ruang," ucapnya.

Terakhir, untuk Deputi III bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan Restuardy Daud, agar kiranya dapat mengefektifkan fungsi koordinasi, menjadi fasilitator, serta jembatan bagi 13 Provinsi dan 41 kabupaten, dalam melakukan usulan program. 

"Karena kalau tidak fasilitasi nanti dianggap kita tidak ada apa-apanya. Infrastruktur ini dilaksanakan K/L, baik kaitannya dengan pembangunan dermaga, bandara dan sebagainya."

Hadi Prabowo yang telah menjabat sebagai Ses BNPP selama satu tahun (sejak 27 Februari 2017), dilantik Mendagri Tjahjo Kumolo sebagai Sekjen Kemendagri pada Senin, 26 Februari 2018 lalu.

Dalam sambutan pelepasan, Hadi menekankan pentingnya penguatan kerjasama lintas komponen dalam mengkoordinasikan pembangunan di kawasan perbatasan kedepan. Selama ini, pihaknya secara bertahap mengkoordinasikan dan mewujudkan Program Nawa Cita Presiden Joko Widodo bersama Kementerian/Lembaga terkait.  

"Kami berjuang dari Cilandak (Kantor lama BNPP) dan terus memperkuat kerjasama yang baik, alhamdulillah sedikit demi sedikit bisa mewujudkan Nawacita, program Presiden Joko Widodo," kata Hadi.

Di akhir sambutan, Hadi yang pernah menjabat sebagai Pj Gubernur Kalimantan Tengah, menyampaikan rasa terimakasih atas dukungan seluruh pejabat dan ASN BNPP selama menjabat sebagai Sekretaris BNPP. 

 

(HUams BNPP)

Lebih lanjut...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.